Dijanjikan Sepuluh Hari, ITS Belum Serahkan Hasil Uji Jembatan Ambruk

Selong (Suara NTB) – Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim) tidak bisa berbuat apa-apa, terutama dalam melanjutkan penanganan ambruknya jembatan penghubung antara Kelurahan Pancor dan Kelurahan Sekarteja beberapa waktu lalu. dalam penanganan kasus, aparat kepolisian sudah melibatkan tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang turun langsung ke TKI untuk pengambilan sampel pada, Sabtu, 29 Oktober 2016 lalu. Hingga kini, hasi uji laboratorium yang dilakukan tim ITS tersebut belum turun.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Antonius F Gea, menjelaskan, koordinasi Polres Lotim bersama tim dari ITS Surabaya yang sudah turun langsung ke TKP untuk melakukan pengambil sampel jembatan tetap dilakukan.

Iklan

Saat ini, katanya, sampel jembatan yang diambil yakni pangkal jembatan atau proyek tahap dengan nilai kontrak sebesar Rp 1. 360.125.770 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas PU tahun 2015 yang dikerjakan selama tiga bulan mulai Oktober sampai Desember 2015.

“Koordinasi tetap kita lakukan, hanya saja tim dari ITS ini kan banyak yang dikerjakan yakni seluruh Indonesia. Itulah yang membuatnya lama,” ungkapnya ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Ketua Tim ITS Surabaya, Fuzi Irmawan mengatakan, pengujian terhadap material jembatan dilakukan untuk mengenai kondisi pangkal jembatan baik secara kualitas maupun kuantitas pembangunan jembatan, apakah sudah sesuai dengan kontrak baik dengan administrasi maupun teknisnya. Untuk mengetahui semua itu, katanya, maka harus dilakukan pengujian laboratorium, sehingga mutu beton dan mutu tulangan yang terdapat pada pondasi jembatan dapat diketahui, termasuk diameter tulangan dan jumlah tulangan yang digunakan.

Pada saat itu, Fuzi Irmawan, mengatakan dalam tahap pengkajian, pihak dari UTS akan bekerja kurang lebih selama 10 hari. Untuk cek fisik akan kita lakukan selama dua hari, dan dua minggu kedepan hasilnya bisa diketahui yang kemudian akan kita evaluasi, karena untuk mengetahui mutu beton harus kita melakukan tes kordril (tes inti) dan hasilnya langsung diserahkan ke Mapolres Lotim.

Sementara, untuk pengerjaan pangkal jembatan yang merupakan proyek tahap II senilai Rp. 760 juta yang ambruk Selasa, 14 Juni 2016 lalu dan menewaskan sebanyak enam orang pekerja. Polres Lotim sudah menetapkan satu orang tersangka, yakni Bambang selaku kepala tukang dalam proyek itu karena terdapat unsur kelalaian. (yon)