Diizinkan Pemprov NTB, Hari Ini, Pembelajaran Tatap Muka Jenjang SMA, SMK, dan SLB Dimulai

Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan (tiga dari kiri) rutin meninjau layanan pembelajaran secara tatap muka terbatas di tahun 2020 untuk memastikan pembelajaran dan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

Pembelajaran secara tatap muka terbatas jenjang SMA, SMK, dan SLB pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 mulai dilaksanakan pada Senin, 4 Januari 2021. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB telah mendapatkan rekomendasi atau izin dari Sekretaris Daerah NTB selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. Pembelajaran tatap muka terbatas tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., pada akhir pekan kemarin mengatakan, pembelajaran secara tatap muka terbatas jenjang SMA, SMK, dan SLB tetap berjalan pada Senin, 4 Januari 2020. Pihaknya telah mendapatkan rekomendasi dari Sekda NTB melalui surat nomor 360/607/BPBD.NTB/XII/2020 perihal rekomendasi pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka 2021 di masa pandemi Covid-19. “Untuk SMA, SMK, dan SLB tetap berjalan Senin,” ujarnya.

Salah seorang guru SMAN 1 Mataram saat mengajar ketika simulasi pembelajaran tatap muka pada tahun 2020 lalu.

Menindaklanjuti rekomendasi itu, Dinas Dikbud NTB juga telah mengeluarkan surat Nomor : 420/5403.UM/Dikbud perihal belajar tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021. Disampaikan, Cabang Dinas memastikan berkas pengajuan izin belajar tatap muka sudah diajukan oleh semua sekolah, termasuk sekolah swasta. Cabang Dinas memastikan zona di daerah masing-masing dengan tetap melakukan koordinasi secara aktif dengan Satgas Covid-19 kabupaten/kota. Sekolah memastikan bahwa layanan kantin ditiadakan selama pembelajaran tatap muka terbatas.

Di samping itu, sekolah yang berada pada zona merah melakukan simulasi tatap muka yang

penjadwalannya ditetapkan oleh Cabang Dinas. Sekolah memastikan peserta didik membawa bekal sendiri dari rumah dan memotivasi orangtua agar menyiapkan sarapan atau makanan lainnya. Juga sekolah membuat standar operasional prosedur (SOP) khusus mengantisipasi dan

menangani peserta didik yang dinyatakan positive (reaktif), termasuk memastikan batas minimal suhu tubuh 37.50 untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Pengecekan suhu tubuh warga sekolah dilakuakan secara rutin setiap hari.

Sekolah secara teratur memberikan peringatan kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan (minimal tiga kali sehari) dengan pengeras suara atau media lainnya yang memungkinkan. Sekolah memastikan terbentuknya satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan termasuk pelibatan peserta didik sebagai tim disiplin penegakan protokol kesehatan.

Aidy menekankan, sekolah yang dapat melakukan layanan tatap muka terbatas mulai tanggal 4 Januari 2021 merupakan sekolah yang telah memenuhi ketentuan SOP sebagaimana dapat

dilihat pada Lampiran I dan II. Sementara, sekolah yang belum memenuhi ketentuan SOP sebagaimana surat Dinas Dikbud NTB nomor 420/5340.UM/Dikbud tanggal 21 Desember 2020 tidak direkomendasikan untuk melaksanakan pembelaajaran tatap muka.

Sekolah yang belum memenuhi ketentuan SOP atau sebagaimana dapat dilihat dalam

lampiran I dan II terdapat keterangan tidak siap, dapat mengajukan surat

kesanggupan melaksanakan layanan tatap muka dengan terlebih dahulu melengkapi

SOP layanan tatap muka sesuai Surat Kepala Dinas Dikbud NTB nomor

420/5340.UM/Dikbud tanggal 21 Desember 2020.

Dinas Dikbud NTB juga telah mengedarkan surat dengan nomor: 420/5340.UM/Dikbud perihal Standar operasional prosedur belajar tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021. Pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan pada semester genap mulai tanggal 4 Januari 2021. Evaluasi pelaksanaan tatap muka dilakukan dua sampai empat minggu sekali.

Aidy menjelaskan, SOP yang dikeluarkan oleh Dinas Dikbud NTB itu untuk menindaklanjuti Keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor: 01/KB/2020; Menteri Agama nomor: 516 tahun 2020, Menteri Kesehatan nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 dan Menteri Dalam Negeri nomor: 440-882 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaran pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) tanggal 20 November 2020.

Menurut Aidy, Sekda NTB melalui suratnya menyampaikan, pada prinsipnya kegiatan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan dengan ketentuan pihak sekolah melakukan sterilisasi ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya disinfektan sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Selain itu, pihak sekolah diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, melakukan pengawasan dan evaluasi jam belajar, jumlah siswa, dan pelaksanaan teknis kegiatan pembelajaran, dan pihak sekolah harus selalu mengawasi kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Dinas Dikbud NTB sendiri melalui SOP menekankan kepada Kepala SMA, SMK, dan SLB untuk melakukan pengisian ulang daftar kesiapan berupa instrumen 1 dan 2 dalam lampiran dan mengirimkannya kepada Dinas Dikbud Provinsi Nusa Tenggara Barat paling lambat tanggal 29 Desember 2020 untuk diverifikasi ulang. Instrumen kesiapan tersebut harap dilampiri dengan bukti kesiapan berupa foto-foto pendukung per item, misalnya foto cuci tangan, thermo gun, masker, dan lain-lain.

“Memastikan adanya izin atau rekomendasi dari unsur komite sekolah dan perwakilan orangtua/wali sebelum memulai pelaksanaan layanan tatap muka pada awal Januari 2021,” ujar Aidy.

Selain itu, pihak sekolah memastikan ulang kesiapan tim satgas Covid-19 sekolah dan memastikan tupoksi masing-masing anggota dapat berjalan maksimal. Terutama untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan sebelum dan setelah jam belajar usai. Sekolah juga perlu melakukan konsolidasi ulang tim disiplin covid-19 dari unsur peserta didik.

Sekolah juga harus memastikan ketersediaan sarana seperti thermo gun, tempat mencuci tangan, masker dan pelindung wajah atau face shield, spanduk dan tulisan pengingat akan pentingnya menjaga protokol Covid-19, termasuk ketersediaan ruang UKS.

Kepala seksi Kurikulum SMA, Purni Susanto, S.Pd., M.Ed., menambahkan, sebagian sekolah yang sudah mengajukan izin tatap muka sudah direspon pihaknya. Namun, sebagian besar sekolah swasta masih ditunda izin pembelajaran tatap muka, karena banyak sekolah swasta yang belum mengajukan berkas izin sesuai SOP yang dikeluarkan Dinas Dikbud NTB.

“Sekolah yang belum memenuhi ketentuan SOP tidak direkomendasikan untuk melaksanakan pembelaajaran tatap muka,” jelas Purni.

Dari daftar sekolah yang siap melaskanakan belajara tatap muka semester genap sesuai dengan surat Dinas Dikbud NTB Nomor : 420/5403.UM/Dikbud, belum semua sekolah dinyatakan siap, ada juga sejumlah sekolah negeri dan swasta yang status kesiapannya dinyatakan tidak siap. Menurut Purni, sekolah yang belum memenuhi ketentuan SOP atau dalam lampiran I dan II terdapat keterangan tidak siap, dapat mengajukan surat kesanggupan melaksanakan layanan tatap muka dengan terlebih dahulu melengkapi SOP layanan tatap muka. (ron)