Diisukan Jadi Menteri ESDM, Kurtubi Serahkan Kepada Presiden

Mataram (suarantb.com) – Kabar kocok ulang kabinet Presiden Joko Widodo dan M. Jusuf Kalla kembali berhembus kencang. Di tengah isu tersebut, menyebar pula daftar susunan kabinet baru yang sudah dipersiapkan oleh Presiden. Nama salah seorang putra NTB, Dr. H. Kurtubi masuk dalam daftar tersebut, sebagai Menteri ESDM. Bagaimana tanggapan Kurtubi terkait spekulasi ini?

“Soal reshufle merupakan 100 persen hak prerogatif presiden,” ujar Kurtubi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat, 15 Juli 2016.

Kurtubi mengaku hampir setiap kali terjadi pembentukan kabinet maupun kocok ulang kabinet sejak era Presiden KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, namanya selalu muncul dalam bebagai versi kabinet.

Namun, Kurtubi selalu meyakini bahwa jabatan atau dimanapun posisi yang diberikan kepadanya itu adalah takdir Ilahi. “Saya saat ini terpilih sebagai anggota DPR RI dapil NTB ditempatkan di Komisi VII juga takdir Ilahi sekaligus amanah yang harus saya jalankan sebaik-baiknya,” ujar politisi kelahiran, Kediri, Lombok Barat, 9 April 1951 ini.

Kurtubi mengaku dirinya tidak akan meminta jabatan sebagai Menteri ESDM, seperti yang mulai berkembang di sejumlah pesan berantai yang menyebar. Ia tak menampik bahwa posisi Menteri ESDM memang merupakan profesi yang dekat dengan latar belakang pendidikan maupun statusnya sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah energi.

Hanya saja, Kurtubi mengakui dirinya juga ingin agar amanah sebagai anggota DPR RI yang sudah diembannya saat ini bisa dia laksanakan sebaik-baiknya. “Terutama untuk membela kepentingan rakyat NTB di bidang listrik, BBM, gas, tambang dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (aan)