Dihadiri Utusan Khusus Presiden, Halalbihalal Pemkab Sumbawa Perkokoh Kebersamaan

Sumbara Besar (Suara NTB) – Acara Halal Bihalal Pemkab Sumbawa, Rabu, 20 Juni 2018 malam, di lapangan Pahlawan berlangsung sederhana namun sarat makna. Halal bihalal dihadiri  Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Negara, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA. Momentum memperkokoh semangat kebersamaan dan keharmonisan dalam membangun Tana Samawa.

Dalam penyampaian Halalbihalalnya, Prof. Din mengulas tentang hikmah Iduf Fitri untuk kembali  kepada fitrah kemanusiaan sejati. Kata Fitri yang juga berarti kekuatan. Sehingga bisa mengandung makna potensi-potensi kemanusiaan, kekuatan insani yang penting bagi  manusia untuk menjalani kehidupan. Yang paling penting dari pesan Halal Bihalal, nilai dan  makna Ramadhan dapat dipelihara dan ditingkatkan.

Iklan

Tetapi kebanyakan orang Islam tidak mampu mempertahankan nilai Ramadhan, sehingga pada Idul Fitri 1 Syawal nilai Ramadhannya sudah rontok, bahkan sudah hilang sama sekali. Nilai ini semua penting sekali untuk diamalkan oleh umat Islam. Semua kebaikan yang ada terutama silaturahim.

“Sekarang umat kita, bangsa ini, terpecah hanya karena perbedaan kepentingan politik. Termasuk untuk kepentingan Pilpres. Silakan berbeda aspirasi politik, berbeda partai politik, berbeda  calon pada Pilkada, Pilgub, Pilpres nanti termasuk juga Pileg. Tetapi itulah demokrasi.  Bisakah kedewasan berdemokrasi ini kita tampilkan dalam bentuk etika Islam. Bersaing, berlomba-lomba dalam kebaikan,” harapnya.

Terkait pembangunan Sumbawa, Prof Din yang juga putra asli Sumbawa ini menilai sudah berada pada jalur yang benar. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya mendorong dan memberikan dukungan bagi kemajuan daerah ini. Termasuk dengan keberadaanya di Jakarta dalam membantu menghubungkan daerah dengan pemerintah pusat untuk beberapa rencana pembangunan infrastruktur di daerah ini. “Kami akan terus memberikan dukungan,” katanya.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya, menjelaskan tradisi silaturahim dan halal bihalal yang  mengandung makna saling maaf-memaafkan atas segala salah dan khilaf  yang pernah dilakukan, perlu dilestarikan. Dalam menjaga hubunga antarsesama manusia sekaligus untuk  lebih memperkokoh kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Disampaikan Bupati, memasuki tahun ketiga pemerintahan Husni-Mo sudah cukup banyak kemajuan yang dicapai. Tentunya hal itu perlu terus diawasi, dievaluasi dan dibenahi agar kedepan menjadi lebih baik lagi.  Karena masyarakat membutuhkan perubahan yang nyata siapapun yang menjadi pemimpin.

Oleh karena itu, selama  periode pemerintahan Husni-Mo, pihaknya bersama akan terus melakukan ikhtiar  maksimal untuk memajukan dan  mensejahterakan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa ini. “Patut kita bersyukur bahwa ada program yang progresnya sudah on the track. Karena capaian kinerjanya sama atau bahkan melampaui target  kinerja yang telah kami tetapkan,” terangnya.

Dalam hal pengelolaan keuangan daerah misalnya,  tanggal 28 Mei 2018 lalu Kabupaten Sumbawa berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-enam kalinya dari BPK RI. Begitu juga dengan infrastruktur jalan, rasio jalan mantap terus meningkat setiap tahunnya.

Anggaran yang dialokasikan untuk peningkatan jalan dan jembatan di beberapa wilayah seperti Kecamatan Buer, Utan, Lopok, Lape, Plampang dan Empang pada tahun 2018 ini mencapai Rp64,3 miliar. Termasuk jalan di kecamatan-kecamatan terpencil, seperti ruas jalan Ropang-Lebin, Labangkar-Ranan, Lantung-Ropang, Lantung Ai Mual-Lantung Padesa, Ropang-Lawin, simpang Lawin-Labangkar, Pelita-Batu Rotok, Batu Dulang-Tepal, dan Teladan-Kelawis.

Bahkan pada APBD Perubahan tahun ini, juga akan dianggarkan dana pembebasan lahan sebesar Rp13,8 miliar untuk pembangunan ruas jalan lingkar utara yang menghubungkan Kecamatan Alas dan Alas Barat. Sebagai jalan alternatif dari jalan nasional yang ada. Semua itu tentunya dihajatkan untuk meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat yang bermuara pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Tahun 2018 ini pemerintah daerah juga akan membangun bendungan Beringin Sila yang sudah lama diidam-idamkan oleh warga Kecamatan Utan dan masyarakat Sumbawa pada umumnya. Pembangunan bendungan senilai Rp1,7 triliun tersebut saat ini sedang dalam proses tender, dan Insya Allah dalam tahun ini juga akan dimulai pembangunannya.

Selanjutnya dalam bidang kesehatan, pemerintah daerah terus melanjutkan program revitalisasi Puskesmas sehingga semakin banyak Puskesmas yang terakreditasi. Bahkan pada tahun ini, pihaknya juga telah merampungkan pembangunan Puskesmas Desa Sebotok Pulau Moyo. Adapun terkait relokasi RSUD yang lahannya telah disiapkan di wilayah Sering Kecamatan Unter Iwes,  penyusunan master plannya sudah dirampungkan pada tahun 2017 lalu, dan saat ini sedang dalam proses penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Dalam bidang ekonomi, pihaknya terus melanjutkan program revitalisasi pasar untuk menghadirkan pasar rakyat yang lebih representatif sebagai sentra pengembangan ekonomi kerakyatan. Sebut saja pasar Brang Bara, Pasar Langam, Pasar Labuhan Sumbawa dan Pasar Utan yang pada tahun 2017 lalu telah dirampungkan pembangunannya.

Pada tahun 2018 ini juga sudah dipersiapkan anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan Pasar Seketeng, termasuk pematangan lahan di lokasi pusat distribusi logistik provinsi yaitu Pasar Karang Dima. “Berbagai capaian yang saya paparkan tersebut, adalah sebagian dari progres pembangunan yang telah kami laksanakan. Namun demikian, kami juga menyadari bahwa masih ada program-program yang capaian kinerjanya belum maksimal.

Pada kegiatan Safari Ramadhan beberapa waktu lalu, kami telah berkunjung ke seluruh kecamatan untuk bersilaturahim sekaligus melihat langsung realisasi pembangunan, termasuk kendala-kendala, hambatan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Dari hasil kunjungan tersebut, kami melihat bahwa ada beberapa persoalan yang masih dirasakan oleh masyarakat, seperti pengelolaan dana desa di beberapa desa yang masih menyisakan masalah. Kemudian masalah illegal logging, miras dan narkoba, masalah kepemilikan dokumen adminduk serta masalah status gizi yang mengakibatkan tingginya angka stunting (tubuh kerdil) di Kabupaten Sumbawa, yakni sebesar 41,9% dan bahkan tertinggi di NTB.

Berbagai persoalan tersebut tentunya menjadi “pekerjaan rumah” kita semua, yang harus segera ditindaklanjuti dan ditemukan solusinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa, Tajuddin S.H yang menyebutkan, pelaksanaan halal bihalal ini dalam  rangka mempererat kembali kebersamaan setelah Ramadhan. Jadi para ASN yang ada di lingkup Kabupaten Sumbawa ini betul-betul menyambung kembali silaturahim. Karena dengan kebersamaan ini akan membuat menjadi lebih kuat lagi. Pelaksanaan kegiatan ini sederhana namun bermakna.

“Kedepan kita akan terus tingkatkan  dan perlihatkan bahwa kita ini kompak untuk membangun Sumbawa,” tegas mantan Camat Moyo Utara ini.

Kegiatan tersebut juga dihadiri, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Anggota DPRD Provinsi NTB, Nurdin Ranggabarani, Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi beserta Asisten, Pimpinan DPRD Sumbawa, anggota Forkopimda Sumbawa, pimpinan OPD, para camat, tokoh agama dan dan tokoh masyarakat. (arn/ind/*)