Diguyur Hujan, Warga Khawatir Kerangka Huntara Lapuk

KERANGKA - Kerangka huntara milik warga dibangun cukup lama. Warga khawatir, huntara ini lapuk akibat hujan yang sudah mulai turun. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Warga terdampak gempa sudah mempersiapkan diri membuat kerangka sesuai program kembali ke rumah yang digaungkan Pemda. Namun hingga musim hujan sudah mengguyur perkampungan warga, material pelengkap huntara belum mereka terima.

Warga Dusun Lekok Timur, misalnya. Hingga hari ini belum menerima seng dan triplek huntara. Hanya kerangka yang masih berdiri. “Saya dan orang tua sudah membangun kerangka sekitar 1 bulan lalu. Kami juga sudah 3 kali minta seng dan triplek, tapi sampai sekarang belum dapat,”  aku salah satu warga.

Iklan

Ia dan puluhan warga Dusun Lekok lainnya, sangat berharap material huntara berupa seng dan triplek segera terelisasi. “Kami sudah ajukan permohonan sesuai ketentuan foto kopi KK, gambar kerangka, dan surat dari dusun dan desa. Melalui kadus sudah, kami datang bawa data langsung ke BPBD juga sudah. Jawaban dari sana, tunggu ditelepon,” sambung dia.

Pengungsian Dusun Lekok termasuk posko pengungsian yang masih bertahan. Warga belum bisa kembali, karena tidak seluruh warga menerima bangunan huntara bak dari MDMC, Bank Indonesia maupun donasi Muslimat NU.

Warga Lekok sekaligus anggota DPRD KLU, M. Hilmi, mengakui masyarakatnya terkendala material huntara. Kerangka huntara yang sudah dibangun warga belum memiliki atap dan dinding.

“Sampai sekarang warga masih tinggal di tenda pengungsian. Harapan kami BPBD memprioritaskan warga Lekok, karena warga di-deadline sampai Desember harus sudah keluar dari persawahan dengan alasan ditanami oleh pemilik,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, BPBD dan Dinsos Lombok Utara masih mengupayakan distribusi logistik huntara. Mengingat saat ini logistik menipis, maka Pemda menunggu material bantuan dari provinsi yang saat ini masih berada di Surabaya. (ari)