Difasilitasi BNI Mataram, 65 MBR Ikut Akad KPR Massal

Foto bersama jajaran BNI Mataram, pengembang, dan konsumen usai mengikuti akad massal KPR BNI di BNI Mataram, Selasa, 25 Februari 2020 (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Untuk mempercepat penyaluran rumah subsidi melalui KPR, PT. Bank Negara Indonesia (Pesero) Tbk kembali melaksanakan akad kredit massal untuk realisasi sebanyak 2.046 unit di Indonesia. Di Nusa Tenggara Barat, sebanyak 65 debitur BNI Mataram juga ikut program ini

Akad kredit massal ini dilaksakan serentak se Indonesia, Rabu, 26 Februari 2020. Dipusatkan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hadir pada acara ini, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Eko Djoeli Heripoerwanto, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin,Direktur Manajemen Resiko BNI Osbal Saragi Rumahorbo , SEVP Jaringan BNI Ronny Venir, GM Divisi Penjualan Konsumer Wiwi Suprihatno, GM Divisi Manajemen Produk Konsumer Donny Bima , Head of Region BNI Malang Beby Lolita Indriani, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Asosiasi Pengembang (REI, HIMPERA, APERSI, APERNAS Jaya, Pengembang Indonesia), Pemprov Jawa Timur , Pemerintah Kabupaten Ngawi, Regulator dan Otoritas Keuangan.

Iklan

Untuk kegiatan yang sama di Mataram, BNI Mataram memfasilitasi 65 konsumen dari beberapa pengembang lokal. Diantaranya, konsumen PT. Lombok Royal Property, PT. Salva Inti Property, PT. Mekar Tumbuh Abadi, PT. Lambang Sejati dan PT. Alam Asri Property. Pemimpin BNI Mataram, Amiruddin ikut menyaksikan proses akad.

Seperti diketahui, permintaan perumahan saat ini cukup tinggi, sejalan dengan pertambahan penduduk. Seiring itu, kebutuhan terhadap lahan untuk perumahan akan semakin meningkat dan selanjutnya membuat harga tanah dan rumah terus meningkat. Harga rumah yang semakin tinggi tentunya menjadi beban bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Oleh karena itu, pemerintah memberikan solusi dengan menyediakan rumah subsidi dengan harga dan cicilan terjangkau, yang merupakan kategori rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Rumah bersubsidi ini ditawarkan dengan uang muka yang murah, bunga yang rendah, dan jangka waktu (tenor) cicilan yang lebih panjang.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut berkontribusi dalam program tersebut. Tahun ini, BNI mendapatkan kuota penyaluran sebesar 12.000 unit rumah subsidi FLPP.

Selain Ngawi dan Kota Mataram, kegiatan akad kredit massal juga dilaksanakan di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Barabai, Kotabaru Pulau Laut, Kuala Kapuas, Muara Teweh, Palangkaraya, Pangkalanbun, Sampit, Pontianak, Sambas, Sintang, Singkawang, Ketapang, Balikpapan, Samarinda, Bima, Kupang, Singaraja, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Dumai, Padang, Rengat, Payakumbuh, Solok, Bukit Tinggi, Medan, Banyuwangi, Blitar, Brawijaya, Jember, Kediri, Lumajang, Malang, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Situbondo, dan Tulungagung. Selain itu, acara serupa juga dilaksanakan di Bangko, Baturaja, Bengkulu, Jambi, Kayu Agung, Kotabumi, Kuala Tungkal, Lubuk Linggau, Metro, Muara Bungo, Musi Palembang, Palembang, Pangkal Pinang, Prabumulih, Tanjung Karang, Makasar, Mattoangin, Ambon, Bau Bau, Bulukumba, Kendari, Palopo, Pare Pare, Polewali, Mamuju, Sengkang, Magelang, Slamet Riyadi Solo, Wonosobo, Serang, Bogor, Jakarta, Karawang dan beberapa kota lainnya.

Wiwi Suprihatno dalam keterangan resminya mengatakan, kuota penyaluran tersebut meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan konsistensi BNI dalam mendukung program penyediaan satu juta rumah oleh pemerintah. Secara nominal, BNI telah menyalurkan KPR FLPP senilai Rp 914 miliar (dan menyentuh 7.214 unit rumah) pada tahun 2018 dan Rp 1,263 triliun ( dan menyentuh 9.743 unit rumah) pada 2019.

Pada kesempatan yang sama, BNI juga melangsungkan pembukaan massal 2.046 tabungan BNI yang dilanjutkan dengan proses aktivasi 2.046 M-Banking untuk menunjang nasabah dalam melakukan transaksi e-Channel (Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking) di BNI sebagai pelaksanaan Gerakan Ayo Menabung yang digelorakan oleh pemerintah.

Untuk mengedukasi serta meningkatkan awareness masyarakat mengenai pentingnya proteksi diri, BNI juga bersinergi dengan perusahaan anak yaitu BNI Life untuk melakukan pembukaan massal sebanyak 2.046 asuransi personal accident. BNI juga mengenalkan berbagai kemudahan bagi nasabahnya melalui pelayanan berbasis digital, diantaranya dengan pengajuan kredit perumahan melalui apliaksi online (BNI E-Form) yang dapat diakses melalui website resmi BNI www.bni.co.id ataupun melalui aplikasi BNI Mobile Banking.

Untuk membangun budaya cashless society di kalangan masyarakat, BNI juga mengenalkan produk dan layanannya yang berbasis digital yaitu aplikasi Mobile Banking serta kartu BNI Tap Cash. Produk dan layanan ini mampu menjawab atas kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi finansial sehari-hari seperti halnya pembayaran tagihan bulanan, pembelian pulsa, transfer rekening, sampai dengan membayar parkir.(bul)