Didukung Kemenparekraf, ITDC Tuntaskan Pembayaran Lahan Enclave Penlok 2

Penyelesaian pembayaran Lahan Enclave Penlok 2 Senilai Rp18,2 miliar. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika telah menyelesaikan pembebasan lahan enclave di wilayah penetapan lokasi (Penlok) 2 Jalan Kawasan Khusus The Mandalika, dengan melakukan pembayaran uang ganti untung (UGU) tahap terakhir atau batch ke-3 atas pengadaan tanah Penlok 2 Kamis, 15 April 2021.

Pembayaran UGU batch ke-3 dilakukan kepada 5 warga pemilik lahan enclave untuk 5 bidang tanah seluas 15.053 m2 dengan total Rp18,2 miliar. Kegiatan penyerahan uang ganti untung batch akhir ini dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Resiko Kemenparekraf Hengky Manurung, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Harry Noor Sukarna, Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis Kantor BNI Cabang Mataram, Kadek Yulie Mahendri, dan Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC, Arie Prasetyo di Kantor Camat Pujut, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah.

Iklan

Pembayaran disaksikan oleh Kepala BPN Lombok Tengah sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah H. Lalu Suharli, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham NTB Harniati, Camat Pujut Lalu Sungkul, dan Managing Director The Mandalika, Bram Subiandoro.

Dengan pembayaran UGU batch ke-3, berarti ITDC telah menyelesaikan proses pembebasan lahan Penlok 2 yang terdiri dari 29 bidang dengan total luas lahan 65.267 m2. Rinciannya, 22 bidang lahan telah diselesaikan pembayaran dalam bentuk tunai langsung/UGU dengan total Rp66,7 miliar, 6 bidang lahan seluas 13.182 m2 senilai Rp18 miliar telah dilakukan pembayaran melalui skema konsinyasi di PN Praya karena bidang tersebut merupakan harta waris dan masih belum terdapat kesepakatan diantara waris, dan 1 bidang tanah yang merupakan tanah waqaf berupa mushola telah disepakati bersama untuk dilakukan tukar guling dengan lahan yang memiliki luasan dan bangunan di luar HPL ITDC.

Pembayaran ganti untung untuk Penlok 2 JKK The Mandalika ini mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang terwujud melalui peran serta berbagai lembaga diantaranya, Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan Kementerian ATR/BPN.

Lahan enclave yang termasuk ke dalam Penlok 2 nantinya akan dijadikan lokasi untuk pembangunan Jalan kawasan Khusus beserta fasilitas penunjang penyelenggaraan MotoGP dan WSBK (paddock, pit building, medical centre dan bangunan penunjang lainnya). Staf Ahli Bidang Manajemen Resiko Kemenparekraf Hengky Manurung  dan Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada pemilik lahan untuk melepaskan asetnya sehingga penyelesaian pembayaran UGU Penlok 2 ini menjadi salah satu proses penyelesaian lahan tercepat dan minim dispute/keberatan atas nilai yang diterima.

Demikian juga Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham NTB Harniati juga menyampaikan hal yang sama kepada seluruh pihak. Akhirnya, salah satu permasalahan lahan telah selesai di NTB. Sebagaimana tugas Kemenkumham adalah memfasilitasi masalah HAM. Harapannya, hal ini merupakan langkah nyata dari masyarakat untuk mendukung pembangunan Mandalika.

Camat Pujut, Lalu Sungkul menambahkan, dengan selesainya persoalan lahan ini, mimpi yang telah diidam-idamkan selama 35 tahun sudah terwujud. Para pemilik lahan juga sudah iklas dan sukarela melepas lahan mereka untuk pembangunan Mandalika. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional