Didukung DPRD, Pemprov NTB Wacanakan Bangun Jalur Kereta Api di Pulau Sumbawa

Ilustrasi kereta api. (Gambar oleh Shutterbug75 dari Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB mewacanakan akan membangun jalur transportasi kereta api di pulau Sumbawa. Sebagai bentuk keseriusan terkait dengan wacana tersebut. Mulai tahun depan Dinas Perhubungan akan mulai melakukan survei terkait dengan kelayakannya.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, L. Bayu Windia saat dikonfirmasi di DPRD NTB, Selasa, 20 Oktober 2020. “Entah kapan nanti akan terwujud, tapi sebagai bentuk ihtiar kita, kita mulai dulu dengan melakukan survei, kita kumpulkan dulu datanya,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, untuk pulau Sumbawa, transportasi kereta api sangat dibutuhkan melihat jarak tempuh yang cukup panjang. Jika dihitung mulai dari ujung barat pulau Sumbawa di Poto Tano sampai dengan ujung timur di Sape, jaraknya mencapai 560 km.

“Karena jarak tempuh itulah alasannya kenapa kita butuh transportasi kereta api di Sumbawa. Kalau jarak tempuhnya 500 km itu kereta api layak, tapi kalau di bawah 500 km, cukup transportasi darat,” jelasnya.

Lanjut Bayu, wacana pembangunan jalur transportasi kereta api di Sumbawa tersebut juga didukung dengan rencana nasional terait dengan pembangunan jalur transportasi pekeretaapian untuk mengefisienkan transportasi nasional yang juga bermuara pada pertumbuhan ekonomi.

“Tapi nanti seperti apa bentuknya, nanti kita hitung sesuai dengan hasil survei kita rencananya dari Poto Tano sampai Sape. Mulai tahun depan kita akan survei. Survei ini bukan soal menentukan layak atau tidak, tapi kita kumpulkan data dulu, tapi yang jelas ada visi kita menuju kesana,” tegasnya.

Bayu Windia menyadari bahwa proses rencana pembangunan jalur transportasi kereta api tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Namun lampu hijau dari Gubernur, Dr. Zulkieflimansyah terkait rencana tersebut makin membuat Dinas Perhubungan terpacu untuk merealisasikannya.

“Memang ini masih panjang prosesnya, tapi pak Gubernur bilang perjalanan panjang 560 Km itu harus dimulai dari langkah pertama. Maka kita mulai dengan survei, insyaAllah tahun depan (2021) kita mulai surveinya,” katanya.

Di tempat yang sama, mendengar rencana tersebut, anggota Komisi IV DPRD NTB yang membidangi urusan perhubungan, Ruslan Turmudzi menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, jalur transportasi kereta api untuk pulau Sumbawa sangat dibutuhkan.

“Ini wacana yang sangat realistis, selain efektivitas transportasi di pulau Sumbawa yang jarak tempuhnya cukup panjang, juga untuk menunjang rencana pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa itu. Jadi akan nyambung dia,” katanya.

Sebagai bentuk dukungannya, DPRD NTB siap untuk mengalokasikan anggaran untuk rencana kegiatan survei terebut pada APBD tahun 2021 mendatang. Namun demikian, pihaknya berharap Dishub menyiapkan dengan matang rencana tersebut sehingga dapat dibahas di Komisi IV DPRD NTB.

“Nanti kita lihat Renstra perhubungan, kalau itu layak kenapa tidak, kita pasti dukung, kita alokasikan anggaran untuk surveinya. Karena hanya di NTB yang tidak punya jalur transportasi utama, pertama kereta api, kedua jalan layang bay pas, ketiga jalan tol. Sudah saatnya kita harus berpikir 20 tahun kedepan, maka selayaknya dari sekarang kita berpikir kedepan terkait dengan transparansi kereta api ini,” pungkasnya. (ndi).