Diduga Tidak Sesuai dengan Usulan, Petani Khawatir Tanam Benih Jagung Bantuan

Petani Desa O’o, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima saat menerima penyerahan bantuan benih jagung tahun 2021.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Petani penerima bantuan benih jagung di Kabupaten Bima khawatir menanam benih jagung bantuan pemerintah. Alasannya, benih dicurigai kedaluwarsa. Selain itu, benih yang diterima tidak seperti yang diusulkan. “Saya takut tidak tumbuh terus hasil panen berkurang,” kata salah satu petani jagung di Desa O’o, Kecamatan Donggo, Risman saat dihubungi Rabu, 1 September 2021.

Kekhawatirannya itu beralasan. Dia mengusulkan benih jagung dengan varietas BISI-18 dan NK 212 dalam Rencana Definitif Kelompok Tani (RDKK). Tetapi benih yang datang malah Golden Premium produksi Golden Indonesia Seed. “Ini tidak sesuai dengan yang kami minta,” imbuhnya. Risman pun makin heran dengan kemasan benih yang ditempeli stiker pada tulisan yang menerangkan soal tahun produksi. Pada stiker tertulis produksi benih tahun 2021. Ketika stiker dicopot, maka tampak tulisan asli pada kemasan yang menerangkan produksi benih tahun 2020.

Iklan

Kepala Desa O’o Munawir yang dikonfirmasi terpisah mengatakan di wilayahnya ada 14 kelompok tani yang menerima bantuan benih jagung. “Total bantuan yang disalurkan ada 3 ton,” bebernya. Kasi Perbenihan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima Amran pihaknya sudah menyampaikan sosialisasi mengenai penyaluran benih Golden Premium tersebut. Usulan petani pada Calon Petani Calon Lahan (CPCL) beragam.

Menurutnya, tidak semua usulan petani dapat diakomodasi karena yang menentukan pemerintah pusat. “Kalau ada yang usulkan BISI-18 tentu tidak akan lolos karena mahal sehingga tidak sesuai dengan kemampuan anggaran,” jelasnya. Penyaluran benih ini, sambung Amran, juga berkaitan dengan ketersediaan stok untuk menjamin keberhasilan proyek tersebut. “Kalau penyedia tidak ada stok tidak boleh dipaksakan. Karena ini masalah stok dan harga,” ungkapnya.

Dia kemudian meluruskan masa berlaku benih itu sampai Januari 2022. Penggunaan kemasan dengan stiker ini sudah mendapat persetujuan dari pejabat pembuat komitmen (PPK). Didapati keterangan bahwa penggunaan kemasan tahun sebelumnya itu karena produsen sedang efisiensi. “Sudah dimaklumi PPK,” kata Amran. Kabupaten Bima pada tahun 20201 ini mendapatkan bantuan benih jagung untuk lahan seluas 35 hektare dari yang diusulkan 40 hektare. Benih yang disalurkan yakni varietas NK 212, Pioner 35, Bioseed 89, Pertiwi 3, Nasa 29, HJ 21 Golden Premium, dan RK 457. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional