Diduga Terserang DBD, Belasan Warga Satu Dusun di Lotim Dilarikan ke Puskesmas

Masyarakat yang menjadi korban DBD saat mendapat perawatan medis di Puskesmas Rensing, Jumat, 7 Februari 2020. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Belasan warga di Dusun Tanjah-Anjah Desa Pangkelak Mas Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dilarikan ke Puskesmas Rensing Kecamatan Sakra Barat. Diduga, belasan warga ini terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Informasi yang diperoleh Suara NTB, Jumat, 7 Februari 2020 petang, penyakit yang dialami oleh masyarakat ini terjadi sejak dua minggu yang lalu. Awalnya para korban merasa pusing, flu, demam, dan mual-mual tersebut di bawa ke Puskesmas Rensing untuk mendapatkan perawatan. Bahkan beberapa korhan memilih pengobatan tradisional meski pada akhirnya memilih pengobatan medis.

Iklan

Tercatat sebanyak 14 pasien rawat inap rata-rata mengalami trombosit rendah yang menyebabkan pasien tidak bertenaga dan sekitar 25 orang rawat jalan sejak Jumat pagi. Qurratul Aini (20) warga Tanjah-anjah Desa Pangkelak Mas menuturkan jika ia mulai merasakan sejumlah gejala sampai badannya lemas sejak empat hari yang lalu. Lantaran kondisinya yang semakin memburuk, pihak keluarganya kemudian membawanya ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Diakuinya bahwa sama sekali tidak ada makanan yang dimakan bersama masyarakat lainnya sehingga membuatnya menderita penyakit yang sama. Aini meyakini bahwa penyakit yang menyerangnya itu dikarenakan kondisi lingkungan yang kurang sehat sehingga menjadi tempat bersarangnya sumber-sumber penyakit, termasuk DBD.

Atas kejadian ini, Dinas Kesehatan Lotim bersama pihak terkait lainnya gerak cepat ke Puskesmas Rensing serta turun langsung ke lapamgan dampingi Kepala Puskesmas, Camat dan Kepala Desa untuk mengecek Dusun Tanjah-Anjah yang menjadi tempat tinggal masyarakat. Dalam tinjauan itu juga dirangkaikan dengan sosialosasi kepada masyarakat untuk menggalakkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Laporan sementara, dari belasan pasien yang ada, sebanyak 4 orang positif DBD. Untuk mengantisipasi bertambahnya pasien dengan gejala yang sama, kami akan menyiapkan tambahan tempat perawatan pasien di Puskesmas Rensing,”ungkapnya Sekretaris Dikes Lotim, Ulil Amri.

Dari hasil tinjauan lapangan, Dikes bersama Puskesmas akan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta fogging di Dusun Tanjah-Anjah untuk membunuh jentik nyamuk di wilayah tersebut. “Saat ini musim penghujan. Jadi sangat penting kebersihan tempat tinggal dan kebersihan rumah dijaga oleh masyarakat,”pesannya.

Masyarakat diharapkan dapat menerapkan pola 3M (menguras, mengubur, dan menimbun) genangan-genangan air yang kerap menjadi bersarangnya nyamuk DBD. Apabila itu sudah dilakukan oleh masyarakat, Ulil meyakini masyarakat akan tetap terjaga dari berbagai macam penyakit, termasuk DBD.

Terpisah, Kepala Desa Pengkelak Mas, Muhammad Rais berharap Pemkab Lotim bisa lebih memperhatikan dan mempermudah masyarakatnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Terutama mengakses pelayanan BPJS Kesehatan. Pasalnya rata-rata warganya yang terkena penyakit ini tergolong tidak mampu dan belum memiliki BPJS. Inilah yang kemudian menjadikan masyarakat tidak langsung berobat ke Puskesmas karena memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. (yon)