Diduga Tersangkut Kasus, Kepsek SMPN 1 Dompu Mengundurkan Diri

Kepala Dinas Dikpora Dompu,  H. Ichtiar (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Dompu, H. Aji Sulistiyo memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan itu diambil menyusul dugaan keterlibatannya dalam penyimpangan anggaran sekolah, terlebih munculnya perselisihan serius di internal satuan pendidikan yang dipimpinnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, H. Ichtiar, SH., kepada wartawan, Senin,  7 Januari 2019  membenarkan mundurnya Kepsek SMPN 1 Dompu tersebut, sesuai tindaklanjut atas surat pengunduran diri yang diajukan pada 25 Desember lalu.

Iklan

Soal dugaan keterlibatannya dalam penyimpangan anggaran sekolah yang akhirnya dilaporkan masyarakat, HI sapaan akrab H. Ichtiar enggan berkomentar banyak. Tetapi menurutnya persoalan itu merupakan hal biasa dan wajar muncul dalam sebuah organisasi.

“Masalah internal di mana-mana itu pasti ada tergantung nyali kita. Biasa riak-riak dalam organisasi kita tahan banting atau tidak,” ungkapnya.

Pengunduran diri dari jabatan yang sejatinya diincar banyak pihak ini baru pertama kali terjadi di Dompu. Untuk mempertahankannya dengan alasan telah berkotribusi banyak dalam membangun pendidikan, HI mengaku tak bisa berbuat banyak selain tetap menindaklanjutinya. Pun keinginan mundur tersebut sebetulnya sudah seringkali disampaikan H Aji Sulistyo, namun kerap kali ditolak lantaran tidak menyampaikannya secara tertulis.

Dan atas surat yang diajukannya itu pihaknya tak perlu berkompromi lagi melaikan langsung ditindaklanjuti. Saat ini mantan Kepsek tersebut ditempatkan pihaknya sebagai guru biasa di salah satu SMPN di Manggelewa, sedangkan jabatan yang ditinggalkan masih dibawah kendalinya sampai menunggu pejabat pengganti yang baru.

“Karena orang mengundurkan diri saya harus tindak lanjut, saya terima langsung tidak ada kompromi. Tidak bisa kita paksa orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepsek SMPN 1 Dompu, H. Aji Sulistiyo yang dikonfirmasi terkait alasan mendasarnya mengundurkan diri apakah akibat dugaan tersangkut kasus hukum atau perselisihan diinternalnya, ia menolak berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya ke Dikpora lantaran alasan-alasan tersebut sudah dituangkan dalam surat pengunduran dirinya. “Sudah cukup jelas di surat itu. Masalah di internal saya tidak mau komentar,” pungkasnya. (jun)