Diduga, Tersangka Kasus Predator Anak Memiliki Kelainan Seksual

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa Barat terus mendalami kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak (kasus predator anak). Baik itu dugaan keterlibatan oknum lainnya, maupun adanya indikasi penyimpangan seksual (Sexual Disorder) yang diderita oleh tersangka ini.

Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana SIK, Jumat, 14 Juli 2017 kemarin mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah tersangka ini memiliki perilaku seksual yang menyimpang atau tidak.

Iklan

Untuk mendalami dugaan penyimpangan perilaku seksual ini, pihaknya akan dibantu oleh psikolog yang akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tersangka. Selain itu, psikolog ini juga diharapkan bisa membantu pemulihan kondisi korban yang sampai dengan saat ini masih dalam kondisi trauma.

Makanya dalam beberapa hari kedepan, psikolog ini akan datang ke Sumbawa Barat untuk melakukan pemeriksaan.

“Sesuai jadwal, minggu depan mereka (psikolog) akan datang kesini untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Disebutkannya, indikasi awal kaitannya dengan penyimpangan seksual ini sudah ada. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dan teman-teman tersangka. Bahkan tersangka, kerap mengelus paha teman laki-lakinya. Tersangka juga kerap melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya di hadapan teman-temannya.

Tentu pengakuan tersebut merupakan petunjuk baru bagi aparat setempat untuk menindak lanjutinya. Hanya saja pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah benar ada kelainan atau tidak. “Dugaan sementara kearah sana (dugaan penyimpangan seksual) sudah ada tinggal kita pastikan dengan hasil pemeriksaan psikoginya,” imbuhnya.

Sementara kaitannya dengan keterlibatan oknum lainnya, sampai dengan saat pihaknya ini belum bisa memastikan ada atau tidaknya. Karena saat ini pihaknya tengah fokus untuk melengkapi berkas hasil pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dalam kasus ini. Bahkan ada tiga orang saksi lagi yang akan dilakukan pemeriksaan guna merampungkan berkas kasus ini.

“Kita belum bisa pastikan adanya keterlibatan oknum lainnya, karena sampai dengan saat ini kita baru bisa simpulkan baru satu orang ini saja sebagai pelaku tunggal,” tandasnya.

Catatan Suara NTB menyebutkan, kasus dugaan tindak pidana sodomi ini dilakukan SS (37) terhadap ZF (4) yang dilakukan sekitar beberapa hari yang lalu. Perbuatan tidak senonoh tersebut dilakukan di sungai dekat dengan kediaman tersangka.

Sementara untuk saat ini SS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Mapolres untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sedangkan untuk kondisi korban ZF saat ini sudah berangsur membaik meskipun rasa trauma akibat perbuatan tersangka masih ada. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here