Diduga Terlibat Politik Praktis, Kadis Perindag dan Dispora Lotim Diklarifikasi Panwaslu

Selong (Suara NTB) – Dua Kepala Dinas (Kadis) lingkup Pemkab Lombok Timur (Lotim) diklarifikasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terkait dugaan terlibat politik praktis pada pilkada tahun ini. Mereka adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lotim, Teguh Sutrisman dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Drs. M. Zaini.

Menurut Ketua Panwaslu Lotim, Retno Sirnopati, dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 2 Mei 2018, pemanggilan terhadap dua Kadis yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu berdasarkan laporan yang diterimanya. Dari laporan yang diterima, jika yang bersangkutan diduga terlibat politik praktis dengan mengkampanyekan salah satu pasangan calon (paslon) serta memasang atribut paslon kepala daerah. Surat pemanggilan terhadap kedua kadis itu, Rabu kemarin sudah dilayangkan untuk dilakukan klarifikasi pada Kamis hari ini.

Iklan

“Kita sudah layangkan surat panggilan terhadap keduanya untuk kita klarifikasi besok, (hari ini, red),” terangnya.

Berdasarkan SE Menpan-RB tanggal 27 Desember 2017, PNS/ASN memasang spanduk/baliho yang mempromosikan dirinya atau orang lain sebagai bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah, PNS dilarang menggugah, menanggapi atau menyebarluaskan gambar/foto bakal calon/bakal pasangan calon kepala daerah melalui media online maupun media sosial.

Selanjutnya, PNS juga dilarang melakukan foto bersama bakal pasangan calon kepala daerah dengan mengikuti simbol tangan atau gerakan yang digunakan sebagai bentuk keberpihakan dan PNS dilarang menjadi pembicara/narasumber pada kegiatan pertemuan partai politik dan beberapa larang lainnya bagi ASN dalam pelaksanaan Pilkada.

Sedangkan untuk tindak pidana Pemilu, dalam pasal 71 item 1, ditegaskan bahwa pejabat negara, pejabat daerah, ASN, anggota TNI/Polri dan kepala desa atau sebutan lain/lurah dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. Maka dari itu, Retno mengungkapkan jika itulah yang akan diklarifikasi terhadap kedua ASN tersebut apakah masuk dalam pelanggaran etik ataupun Tipilu.

“Untuk Kadis Perindag, dugaannya karena menggunakan foto profil salah satu calon gubernur, sementara Kadispora diduga mengkampanyekan salah satu calon bupati dan calon gubernur pada salah satu acara,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dispora Lotim, Drs. M. Zaini, mengklaim jika pernyataannya bukan bernuansa kampanye. Melainkan dalam kalimat pidato yang disampaikannya sebatas sebagai tamu undangan selaku pimpinan ponpes. Sementara, tindakannya menyebut salah satu calon, yakni H. Sukiman Azmy dikarenakan dirinya dititipkan amanah berupa semen 10 buah berasal dari H. Sukiman untuk disumbangkan terhadap Ponpes Bumi Nusantara.

“Saya kira itu bukan kampanye, pidato saya hanya menyampaikan amanah sumbangan yang dititip,” jelasnya.

Dijelaskannya, saat ini masyarakat Lotim sudah cerdas. Sehingga sudah bisa memilih mana yang sesuai dengan hati nuraninya tanpa dipaksa. Misalnya untuk Lotim, baik itu, Harum, Al-Habib, Sukma maupun Fiddin sudah dikenal oleh masyarakat, termasuk untuk di Pilgub. Zaini sendiri siap menghadiri surat panggilan dari Panwaslu, itu merupakan tugas dari Panwaslu untuk tetap dihargai dan dihormati terkait laporan yang diterimanya.

Terpisah, Kadis Perindag Lotim, Teguh Sutrisman, menegaskan profil WhatsApp dengan menggunakan foto salah satu calon dilakukan pada saat belum menjadi calon kepala daerah. Artinya, foto H.Moch Ali Bin Dachlan yang digunakan tidak pada mengajak untuk memilih pasangan calon. Diakuinya hingga hari kemarin belum menerima surat panggilan dari Panwaslu, ia mengaku akan mempelajari surat tersebut apakah layak panggilan itu dipenuhi atau tidak. “Nanti kita lihat apakah surat panggilan itu kita penuhi atau tidak,” terangnya. (yon)