Diduga Terlibat Narkoba, Oknum ASN DLH Lobar Ditangkap

Kepala DLH Lobar,  H. L. Surapati (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Lagi-lagi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lombok Barat (Lobar)berurusan dengan aparat penegak hukum (APH), lantaran diduga tersangkut kasus narkoba. Kali ini oknum ASN inisial YA yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditangkap jajaran Polda NTB, Minggu,  25 November 2018 malam.

Oknum ASN yang kesehariannya bertugas sebagai sopir truk sampah ini sendiri baru saja keluar penjara akibat kasus pencurian di internal instansi terkait.  Menindaklanjuti informasi ini, pihak dinas berkoordinasi dengan jajaran dan APH untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah pemberian sanksi kepada bersangkutan.

Iklan

Kepala DLH Lobar H. L. Surapati mengaku sudah mendapatkan informasi jika salah satu oknum di instansi yang dipimpinnya ditangkap polisi, karena tersangkut narkoba. Namun ia belum mengkonfirmasi pihak jajarannya, terkait detail persoalan tersebut. “Iya (ada oknum ASN di tangan polisi), menurut informasi begitu. Cuma saya belum konfirmasi ke staf yang lain,”kata Surapati.

Menurutnya, penangkapan oknum ini dari informasi yang ia terima berlangsung Minggu malam. Namun ia belum bisa menjelaskan detail di mana lokasi penangkapan bersangkutan, sebab ia juga baru memperoleh sebatas informasi dan belum mendapatkan laporan lebih detail. Ia perlu mengecek lebih jauh terkait hal ini ke jajarannya.

Ia mengaku bersangkutan pernah berkasus sebelumnya dalam kasus pencurian dan baru saja keluar dari penjara. Yang bersangkutan, ujarnya, menjadi tenaga sopir di kebersihan, sejauh ini pengamatan terhadap bersangkutan rajin masuk, namun kurang bisa dipantau sebab menjadi sopir truk sampah. “Dia masuk kantor seperti biasa sih,”jelasnya.

Menyoal sejauh mana pengawasan internal di dinas terkait, sehingga kecolongan, Surapati mengaku pengawasan tetap berjalan secara berjenjang. Hanya saja pengawasan memang perlu ditingkatkan. Menyoal langkah selanjutnya yang bakal dilakukan terhadap bersangkutan? Pihaknya tak segan menindaktegas dengan mengusulkan pemecatan bersangkutan ke BKD jika yang bersangkutan benar terlibat. Hanya saja sebelum melakukan langkah itu, pihaknya perlu melakukan kroscek ke bidang di mana oknum ASN ini bertugas. Pihaknya juga perlu konsultasi ke BKD. (her)