Diduga Terjerat KDRT, Anggota DPRD Dompu Segera Disidang

Islamiyyah. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu, melimpahkan berkas perkara dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oknum anggota dewan berinisial APS, Jumat, 5 Maret 2021. Pelimpahan untuk proses persidangan itu, dilakukan menyusul terpenuhinya dua alat bukti atau dinyatakan lengkap.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dompu, Islamiyyah, SH, MH kepada wartawan menyampaikan, kasus kekerasan terhadap istri yang dilakukan oknum anggota DPRD itu, telah memenuhi unsur. Karenanya, hari ini (Kemarin) resmi dilakukan pelimpahan ke pengadilan untuk proses persidangan. “Karena sudah dinyatakan lengkap, ini kita limpahkan ke pengadilan. Artinya segera disidang,” jelasnya.

Iklan

Selama proses penelitian berkas perkara berlangsung, diakuinya bahwa tersangka APS tidak melalui proses penahanan di rutan, tetapi hanya berstatus sebagai tahanan kota.

Permohonan tersebut dikabulkan, selain karena APS cukup kooperatif, pihak keluarga berani menjamin tersangka tidak akan melanggar ketentuan, seperti misalnya wajib lapor dua kali dalam seminggu. “Senin sama Kamis harus lapor yang bersangkutan. Kalau dia tidak lapor, itu jadi catatan bagi kami. Sama tersangka lain kami berlakukan seperti itu juga,” ujarnya.

Atas perbuatan pidana melawan hukum yang dilakukan, APS disangka Pasal 44 ayat I Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp15 juta.

Sementara disinggung terkait dugaan adanya intervensi dari pihak luar, Islamiyyah menegaskan, selama proses penelitian berkas perkara berlangsung tidak ada kendala berarti yang dihadapi, termasuk upaya intervensi dari pihak luar yang merasa keberatan atas perkara tersebut. “Sepengetahuan saya tidak ada intervensi dari pihak luar. Tapi saya tidak tahu dibelakang saya seperti apa,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional