Diduga Tangkap Ikan Dengan Bom, Seorang Nelayan Diamankan Polisi

Sumbawa (suarantb.com) – Dit Polair Polda NTB melakukan penangkapan terhadap seorang nelayan yang sedang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak, Rabu 21 September 2016.
Berdasarkan informasi yang diterima melalui Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti, seorang nelayan yang diamankan karena diduga menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan di Pulau Batu, Perairan Teluk Saleh, Sumbawa.

“Tim Patroli Dit Polair Polda NTB saat itu sedang mengadakan patroli dan pengintaian di Pulau Batu. Kemudian telah melihat dan mendengar suara ledakan yang diduga bom ikan sebanyak empat kali,” ujar Tri Budi melalui pesan singkat, Kamis 22 September 2016.

Iklan

Petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga menangkap ikan dengan menggunakan bom. Sekitar pukul 13.20, perahu tersebut berhasil dihentikan Tim Patroli. Seorang pelaku berinisial MS (55) berhasil ditangkap. Sementara dua lainnya berhasil melarikan diri dengan terjun ke laut dan berenang menuju daratan.

MS diketahui merupakan nelayan asal Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa Besar. MS yang kini berstatus tersangka ditangkap bersama barang bukti satu unit perahu motor tanpa nama, satu unit mesin penggerak utama, dua buah korek api kayu, dua buah gulung selang, dan satu unit komperesor.

Ditemukan juga barang bukti lain, yakni dua pasang sepatu katak, satu buah masker, dua buah dakor, satu buah snokel, tiga buah sorok ikan, serta ikan hasil tangkapan di dalam dua buah kotak, satu buah bunder, dan sisanya sebanyak 300 kg terisi di dalam palka perahu.

Pelaku untuk sementara diancam pasal 84 ayat (1) sub pasal 85 undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Barang bukti beserta pelaku saat itu langsung dibawa menuju Pelabuhan Kayangan, guna dilakukan pemeriksaan di Subdit Gakum Dit Polair Polda NTB. (szr)