Diduga Sodomi 12 Murid, Oknum Guru Olahraga Dibebastugaskan

Selong (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memberikan tindakan tegas terhadap oknum guru olahraga RH (55) terduga pelaku sodomi 12 murid di Kecamatan Pringgabaya. Tindakan tegas yang diambil tersebut dengan membebastugaskan pelaku sebagai seorang guru di salah satu SDN di Pringgabaya.

“Berdasarkan beberapa keterangan yang kita terima, dari itu kita mengambil tindakan tegas dengan membebastugaskan oknum guru yang bersangkutan sebagai guru,” tegas Kepala Dinas Dikbud Lotim, Lalu Suandi, ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 26 April 2017.

Iklan

Menurut Suandi, kebijakan itu diambil, karena merupakan langkah yang paling tepat untuk memberikan efek jera terhadap guru yang bersangkutan, termasuk menjauhkan murid dari perilaku guru yang dapat merusak masa depan. Namun untuk menjaga keselamatan oknum guru itu, penanganannya diserahkan ke aparat kepolisian.

Terkait persoalan ini, pihaknya sudah menurunkan tim melalui UPTD Dikbud Kecamatan Pringgabaya. Tim ini nantinya untuk mendeteksi apakah masih adanya korban lainnya dari 12 korban yang sudah terdeteksi hingga saat ini dengan bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lotim.

Pihaknya menyayangkan kejadian ini, karena seorang guru yang seharusnya menjadi panutan, contoh dan teladan bagi murid melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma dan hukum yang ada. “Guru merupakan bagian dari aparatur yang memberikan pembinaan bagi siswa. Kejadian ini tentunya sangat kita sayangkan,”ujarnya.

Kendati demikian, Lalu Suandi juga mengharapkan dengan peristiwa ini dapat menjadikan pembelajaran bagi semua pihak. Termasuk pembelajaran kepada murid atau siswa supaya ke depan dapat lebih terbuka apabila mengalami hal serupa atau pelecehan seksual lainnya.

Terkait status RH sebagai ASN, Suandi mengungkapkan dalam waktu dekat ini akan mengkoordinasikannya dengan BKD Lotim. Namun yang menjadi fokus saat ini adalah bagaimana melakukan pembinaan terhadap siswa, terutama yang menjadi korban agar tidak trauma. Selain itu, mengembalikan semangat belajar murid untuk dapat berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.  (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here