Diduga Serangan Jantung, Mandor Proyek The Mandalika Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Salah seorang mandor proyek The Mandalika ditemukan meninggal di kamar mandi dan sempat diamankan di RSUD Praya, Rabu, 13 Januari 2021.

Praya (Suara NTB) – Salah seorang mandor proyek di kawasan The Mandalika, Bambang Sutiyono (59) warga Limbangan Desa Karang Dowo, Kecamatan Weleri, Kendal Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu, 13 Januari 2021 dini hari, ditemukan meninggal di kamar mandi kontrakannya di Dusun Rangkap II, Desa Kuta, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Kuat dugaan korban meninggal karena terkena serangan jantung. Polisi yang menyelidiki kasus tersebut pun tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban ditemukan sekitar pukul 02.30 Wita,” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP I Putu Agus Indra Permana SIK., pada Rabu siang kemarin. Ia mengatakan, korban ditemukan meninggal persis di dalam toilet kontrakannya. Pertama kali ditemukan oleh rekan kontrakanya, Benny Carnegie.

Belum diketahui kapan korban pergi ke kamar mandi. Namun yang jelas, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Bermula saat rekan satu kontrakannya hendak mengantar istrinya, Winda Natalia ke kamar mandi sekitar pukul 01.30 Wita.

Begitu sampai di depan kamar mandi, saksi mata mencoba membuka pintu kamar mandi namun terkunci dari dalam. Saksi mata lantas menunggu, karena mengira ada orang di dalam kamar mandi. Namun saksi mulai curiga, lantaran sudah hampir satu jam orang yang di dalam kamar mandi tidak kunjung keluar.

Saksi kemudian mencoba mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali. Namun tidak ada jawaban, sehingga pintu kamar mandi coba dibuka paksa. “Setelah sekian menit korban tidak kunjung keluar, saksi mencoba membuka pintu kamar mandi dan menemukan korban sudah meninggal dalam posisi duduk dan tengkurap,” terangnya.

Tanpa menunggu lama, saksi memberitahukan penghuni lainnya dan langsung menghubungi aparat kepolisian setempat. Setelah mendapat laporan, polisi langsung bergerak mengevakuasi korban dan dibawah ke RSUD Praya untuk dilakukan visum. Hal itu guna mencari tahu penyebab kematian korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekeransan di tubuh korban. Polisi juga tidak menemukan barang-barang berbahaya yang memungkinkan menjadi penyebab kematian korban. Dugaan mengarah pada serangan jantung.

Terlebih dari rekam medis korban sebelumnya, ada riwayat penyakit hipertensi yang sudah cukup lama diidapnya. “Berdasarkan hasil catatan klinik kesehatan karyawan ITDC, korban mengidap penyakit hipertensi dan gula darah. Diperkuat dengan hasil visum luar dokter RSUD Praya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” terang Agus seraya menambahkan, pihak keluarga korban yang dihubungi pun mengaku ikhlas atas kematian korban dan meminta untuk tidak dilanjutkan proses penyelidikannya oleh pihak kepolisian. (kir)