Diduga Sengaja Diracun, Ribuan Ikan di Bendungan Tibu Kuning Sekotong Mati

Ribuan ikan di Bendungan Tibu Kuning Sekotong mati diduga akibat diracun. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Ribuan ikan di Bendungan Tibu Kuning Desa Batu Putih kecamatan Sekotong mati. Ikan-ikan ini mati diduga akibat sengaja diracun oleh oknum tak bertanggung jawab. Kejadian yang hampir tiap tahun terjadi ini membuat warga setempat khawatir, lantaran air bendungan tersebut mengalir ke sawah-sawah warga. Bahkan air bendungan juga sumber air untuk ternak warga sekitar. Aparat kepolisian tengah mengusut kejadian ini dengan menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

Menurut keterangan Munajah, warga Desa Batu Putih, penemuan ikan-ikan mati pada bagian pelimpah (Spillway) bendungan Tibu Kuning tersebut sekitar Jumat malam, 7 Mei 2021 oleh warga sekitar. Warga kemudian memposting foto-foto ikan yang mati di media sosial Facebook dan Grup WhatsApp Sekotong. Sontak informasi itu langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dalam hal ini Polsek Sekotong. Selang beberapa hari, tim dari Polairud langsung turun mengecek lokasi. “Ini kejadian (ikan mati) di bendungan Tibu Kuning sudah kelima kalinya,”tutur Munajah.

Iklan

Mantan Kadus ini menerangkan kejadian pertama terjadi sekitar lima tahun lalu. Bahkan hampir tiap tahun kejadian serupa terjadi. Kejadian ini semestinya menjadi atensi aparat baik dari tingkat desa, Pemda terutama aparat kepolisian. Ia mengaku aparat sudah turun mengecek ke lokasi bendungan. Aparat kepolisian mengambil sampel ikan yang mati untuk keperluan penanganan lebih lanjut. Ia pun berkesempatan mendampingi tim kepolisian tersebut saat turun. “Ikan mati dicurigai akibat diracun oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Mohon untuk mendapatkan penanganan aparat,” harapnya.

Bendungan yang memiliki luas genangan sekitar 35 hektar ini mengairi empat dusun, yakni Dusun Tibu Baru, Berambang, Siung dan Mekar Sari. Sementara Dusun Ketapang tidak lagi bisa dilayani Bendungan Tibu Kuning karena jaringan tersumbat timbunan sedimentasi dan masyarakat tidak mampu memperbaiki. Dengan luas lahan yang diairi sekitar 35 hektar. Dikhawatirkan jika kejadian ini tidak ditangani serius, justru akan terus terulang. Sehingga kejadian ini membuat warga sekitar yang terdampak bendungan khawatir. Warga takut tanaman mereka mati, termasuk ternak warga jika meminum air bendungan tersebut. Karena pelimpah tempat kejadian sekitar 10 are itu mengalir di sepanjang sungai Siung.

Sementara itu, Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta membenarkan kejadian tersebut. “Benar sekali (kejadian ikan mati di Bendungan Tibu Kuning). Kasus ini Polairud yang tangani,” kata Sumerta. Sumerta enggan membeberkan soal kejadian itu, karena penanganan dilakukan oleh Polairud.

Terpisah, Kasat Polairud Polres Lobar Iptu Turmuzi mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan lokasi beberapa hari setelah kejadian. “Kami sudah turun cek lokasi,”jelas dia. Untuk penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan Polsek Sekotong. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional