Diduga Selingkuh, Oknum Polisi Terancam Sanksi

Kota Bima (Suara NTB) – Brigadir E, oknum anggota Polres Bima Kota, selain diproses dalam dugaan perselingkuhan dengan oknum anggota Dewan Kota Bima, S, juga akan diproses dalam dugaan penyalahgunaan narkoba.

Kapolres melalui Kasi Propam Polres Bima Kota, Aiptu Saidin, SH, kepada Suara NTB, Selasa, 18 April 2017 mengatakan, oknum E, dinyatakan positif mengunakan narkoba, setelah dilakukan tes urine oleh pihak BNNK Bima.

Iklan

“Ada dua anggota yang dites yakni Brigadir E dan I serta tiga orang warga, salah satunya istri E. Namun hanya E yang positif, sementara yang lain negatif semua,” katanya.

Dia menjelaskan, tes urine tersebut biasa dilakukan di internal Polres Bima setempat.  Apabila ada anggota yang terindikasi melanggar disiplin atau hal-hal yang mencoreng nama baik institusi.

“Ingin pastikan apakah yang E ini dalam keadaan sadar atau dibawah pengaruh narkoba. Lagipula tes urine sudah berjalan lama, berlaku seluruh anggota yang terindikasi indisipliner,” katanya.

Dia mengaku, saat ini Brigadir E telah dibawa ke Mapolda NTB untuk diperiksa lebih mendalam. Apalagi kasus tersebut terus didesak publik. Kalaupun sudah rampung akan segera dilakukan sidang disiplin.

“Untuk sidangnya nanti tetap digelar di Polres Bima Kota,” akunya.

Selain sidang disiplin, Brigadir E juga akan disidang kode etik. Menurut Saidin, sidang disiplin sanskinya hanya berupa penundaan kenaikan pangkat, tunjngan, serta dilakukan penahanan selama 21 hari.

“Sementara sidang Kode etik sanksinya berupa demosi bahkan ancaman pemberhentian secara tidak hormat,” tuturnya.

Meski demikian, Saidin menambahkan, proses sidang akan tetap mengacu pada hasil proses hukum yang sedang ditangani oleh bagian Unit PPA, atas laporan istrinya tentang dugaan perselingkuhan.

“Tapi untuk positif menggunakan narkoba tentu bisa langsung disidang disiplin,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here