Diduga Pengaruh Tramadol, Seorang Ayah Dibunuh Anak Kandungnya

Kota Bima (Suara NTB) –  Seorang pemuda yang diduga pecandu tramadol, Adi (24), diduga membunuh ayah kandungnya sendiri, Ririn Suntoro (53). Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat, Senin (12/12) malam sekitar pukul 23.15 wita.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, korban meninggal akibat luka serius di kepalanya, diduga dipukul oleh pelaku menggunakan pipa besi. Walaupun sempat dibawa ke RSUD Bima, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Iklan

Yang bersangkutan langsung dikebumikan di taman pemakaman umum (TPU) Kelurahan setempat, Selasa, 13 Desember 2016.
Diketahui pelaku tega membunuh bapaknya itu, lantaran kesal tidak diberikan sejumlah uang yang dimintanya. Diduga uang tersebut digunakan membeli tramadol. Keduanya sempat beradu mulut namun dilerai oleh warga setempat.

Hanya saja, pelaku menyimpan dendam kesumat. Pada saat ayahnya tidur lelap, ia mencuri kesempatan untuk mengakhiri nyawa ayahnya tersebut. Kasus tersebut tengah ditangani oleh Mapolsek Rasanae Barat.

Kapolsek Rasanae Barat, AKP Jamaludin, S.Sos, Selasa, 13 Desember 2016 membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, korban dianiaya oleh anaknya itu saat sedang lelap tertidur. Pelaku tiba-tiba memukul ayahnya, menggunakan potongan pipa besi pada bagian kepala.
“Akibatnya korban mengalami luka bocor pada bagian kepala. Sempat dilarikan ke RSUD Bima, namun tidak tertolong, karena lukanya cukup parah,” katanya kepada Suara NTB.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih mendalami motif penganiayaan berujung kematian itu. Apalagi pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, diduga akibat pengaruh obat keras jenis tramadol.

“Soal motif atau penyebab masih dilidik. Terkait pelaku yang diduga pecandu tramadol, akan kita dalami,” akunya.
Dia menambahkan, pada saat peristiwa itu, pelaku langsung diamankan, karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak dinginkan atau ada reaksi berlebihan dari warga setempat dan juga pihak keluarga.

“Saat ini yang bersangkutan (pelaku) masih dititipkan di ruang tahanan Polsek Asakota, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here