Diduga Nyaris Diperkosa, TKW Asal Sumbawa Minta Dipulangkan

Desperate Sad Mourning Tears Woman Depression Cry

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Nasih pilu kembali dialami TKW asal Sumbawa. Aryani yang terdata sebagai warga desa Juru Mapin kecamatan Buer, diuga nyaris diperkosa adik majikan, sehingga minta dipulangkan.

Kabid Penta Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa, Khaeril, Kamis, 9 Maret 2017 menuturkan, dari hasil koordinasinya dengan Kepala Desa Juru Mapin, Aryani, sebenarnya bukan asli Juru Mapin, namun menikah dengan warga Juru Mapin dan seterusnya tinggal di wilayah tersebut hingga punya satu anak.

Iklan

Pada proses berumah tangga, Aryani cerai dengan suaminya dan memilih berangkat ke Timur Tengah. Menjadi TKW berangkat melalui PT Bida Timur.

Dalam perkembangannya, Aryani mendapat masalah di tempat kerja. Sempat disekap dan nyaris diperkosa adik majikannya. “Tadi malam, saya sempat berkomunikasi denga Aryani dan sambil menangis, dia minta dipulangkan,”jelas Khaeril.

Pihaknya pun membantu proses pemulangan. Berkoordinasi dengan KBRI dan mereka siap membantu mengurus penggantian paspor  untuk Aryani agar dapat dipulangkan. Pihaknya juga mengontak pihak Kemenlu, BNP2TKI dan BP3TKI Mataram. Pihak perusahaan juga kooperatif membantu proses pemulangan. Diharapkan TKW ini dapat segera dipulangkan.

Selain itu ada pula kasus hilang kontak yang dilaporkan orang tuanya ke Disnakertans Sumbawa. Yakni TKW atas nama Fitriani Binti Damhuji, warga Brang Kolong kecamatan Pelampang. Yang bersangkutan sejak keberangkatannya hingga saat ini tak ada kontak sama sekali. Bahkan terhitng sudah delapan tahun, Fitriani putus kontak dengan orang tua.

Diharapkan Dinas terkait dapat memanggil PPTKIS pemberangkatannya. “Sayangnya Cabang PPTKIS pemberangkatannya sudah tidak ada di Sumbawa. Namun kita tetap akan merespons pengaduan ini. Dengan bersurat ke Kemenlu dan BNP2TKI.

Pada kesempatan tersebut, Khaeril juga menyoroti banyaknya laporan kasus TKI tidak prosedural yang masuk ke Disnakertrans Sumbawa. Seperti bulan Februari ini, dari 10 kasus, hanya dua kasus TKI prosedural. Sisanya tidak prosedural, dengan beragam masalah. Seperti kasus pindah majikan, hilang kontak, gaji tidak dibayar dan lainnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here