Diduga Mencuri, Bule Australia Digelandang Keliling Trawangan

Tanjung (Suara NTB) – Dua sejoli asal Australia, bernama Barry James (26 tahun) dan Turley Alexis (25 tahun) terpaksa menanggung malu saat digelandang security dan warga Trawangan, Sabtu (10/12). Bak selebiritis, keduanya dikawal mengelilingi pulau terpadat di 3 Gili itu dengan mengalungkan selembar kertas bertuliskan “I am thieve, don’t do what I did…”

Tulisan pada kertas itu sekonyong-konyong menjadi perhatian wisatawan yang berpapasan. Bagi mereka, kejadian ini cukup konyol apalagi pelakunya adalah wisatawan asing.

Menurut keterangan Security Island – Gili Trawangan, Mutamad, Minggu, 11 Desember 2016, sepasang kekasih Barry dan Turley diduga mencuri dua unit sepeda milik dua karyawan hotel di Gili Trawangan. Sepeda milik karyawan tersebut diketahui hilang, setelah sang pemilik kebingungan tidak mendapati sepedanya di tempat biasa ia parkir. Setelah ditelusuri termasuk melalui kamera CCTV hotel, didapati pelaku yang membawa sepeda adalah kedua orang tersebut. Berbekal rekaman CCTV itulah, keduanya lalu diburu.

“Alasan kedua wisatawan ini membawa sepeda karena iseng saja. Mungkin karena masih muda, berpikir seenaknya. Dikira Trawangan ini begitu bebas,” ujarnya.

Mutamad menerangkan, saat keduanya hendak diamankan, pelaku enggan mengakui perbuatannya. Hingga petugas Security pun diajak adu mulut. Tak ingin persoalan larut, petugas Security lantas mengeluarkan bukti rekaman CCTV hingga menyebabkan keduanya melunak.

Berdasarkan keterangan kedua pelaku saat dinterogasi petugas di Pos Ronda, kedua pelaku mengaku hanya memanfaatkan sepeda untuk mengitari pulau. Mereka memilih menggunakan sepeda tanpa mengetahui siapa pemiliknya. Padahal di Trawangan, pemanfaatan jasa sepeda dapat diperoleh dengan mudah karena banyaknya usaha rental sepeda.

“Kesokan harinya diketahui satu sepeda hilang. Pelaku tidak tahu keberadaannya di mana, karena pelaku dalam kondisi mabuk. Sedangkan sepeda lainnya utuh dan dikembalikan,” sambungnya.

Usai mengakui semua perbuatannya, kedua pelaku itu pun diminta menandatangani perjanjian. Keduanya harus mengganti nilai kerugian sepeda yang dihilangkan. Mereka juga tidak diperbolehkan memasuki Gili Trawangan untuk 3 tahun lamanya. Lebih miris lagi, dengan terpaksa mereka harus bersedia menjalani hukuman sesuai awig-awig warga Gili.

“Sesuai awig-awig, mereka langsung dikeluarkan. Begitu selesai diarak, mereka berdua langsung diberangkatkan ke Bali,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Gili Indah, H. M. Taufik, mengatakan awig-awig yang ditetapkan masyarakat Gili berlaku untuk seluruh masyarakat, baik wisatawan, buruh maupun warga. Siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran dan merugikan orang lain, akan diarak dan diusir dari Trawangan. Hukum yang dibuat berdasarkan kesepakatan masyarakat ini dinilai ampuh untuk mengendalikan kamtibmas di Gili Trawangan. “Semua kita berlakukan seperti ini, siapapun pelakunya terpaksa kita usir. Kami tidak pernah tebang pilih,” cetus Taufik. (ari)