Diduga Lempar Satpol PP Lotim, Delapan Pemuda Dijemur

Selong (Suara NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjemur delapan orang pemuda asal Kelayu Kecamatan Selong. Para pemuda ini diduga melempar kendaraan patroli aparat penegak perda ini pada pukul 00.00 Wita Senin malam lalu.

“Waktu itu, petugas Pol PP seperti biasa keliling melakukan pemantauan situasi keamanan, namun tiba-tiba dilempar dan dicaci maki oleh delapan pemuda yang sedang duduk-duduk sambil minum tuak di Kelayu,” tutur Kasat Pol PP, Salmun Rahman Selasa (1/11) kemarin.

Iklan

Pemberian hukuman dengan menjemur para pemuda ini dilakukan untuk memberikan efek jera. Turut didatangkan orang tua dari para pemuda ini. Orang tua wali dari para pemuda ini sanggup untuk membina anak-anaknya. Sehingga setelah diberikan peringan keras di Markas Pol PP Lotim kemarin, para pemuda ini diserahkan kembali kepada para orang tuanya.

Alasan pelemparan diduga karena para pemuda ini merasa terganggu dengan kehadiran Pol PP. Dugaan pemuda mabok karena bekas minuman dibantah Kasat Pol PP. Ia katakan, memang minum tuak. Tapi ia meyakini tidak sampai mabok.

Berdasarkan pendataan, sebagian dari pemuda tersebut merupakan pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Kelayu. Lainnya pengangguran dan ada yang sudah bekerja di Bali. Akibat pergaulan kata Kasat, ada empat pemuda yang dilhat bertato.

“Alasan bertato bukan karena gank, tapi ada karena seni dan pergaulannya saat berada di Bali,” tuturnya.

Kasat Pol PP menegaskan, karena ada kesanggupan orang tua untuk membina maka dipercayakan sepenuhnya untuk melakukan pembinaan. Jika terulang, Kasat Pol PP Lotim siap akan memburu para pemuda tersebut.

Barang bukti tuak dan batu pecahan bangunan sebenarnya sudah diamankan petugas. Disyukuri, kendaraan patroli tidak sampai pecah dan petugas tidak sampai luka-luka akibat lemparan pemuda. (rus)