Diduga Ledakan Tabung Gas, Lima Rumah Terbakar

Puing-puing sisa kebakaran lima unit rumah warga Dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo, Rabu, 5 Februari 2020. Sumber api diduga dipicu tabung gas 3 kilogram yang meledak di salahsatu rumah warga.(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Lima unit rumah dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima terbakar pada Rabu, 5 Februari 2020. Kebakaran itu, diduga dipicu tabung gas 3 kilogram yang meledak di salahsatu rumah warga.

Lima rumah terbakar tersebut masing-masing milik, Muhammad, Abakar Baco, Ice Abdullah dan Jainudin Jakariah. Beruntungnya dalam peristiwa itu tidak ada korban  jiwa. Namun kerugian materil ditaksirkan mencapai ratusan juta rupiah.

Iklan

Salahseorang korban kebakaran, Abakar Baco, mengatakan tidak mengetahui persis terjadinya kebakaran. Pasalnya pada saat kejadian, Ia dan istrinya tidak sedang berada di rumah. “Saat kebakaran saya bersama istri lagi di jalan menuju pasar. Pas ditengah jalan, saya ditelepon,” katanya.

Tanpa berpikir panjang, Ia langsung berbalik arah untuk mengecek rumahnya. Setibanya di kampung, Ia mengaku melihat kerumunan warga yang berada di sekitar rumahnya.

Ia mengaku, tidak menemukan ada satupun barang-barang berharga yang bisa diselamatkan. Semua hangus terbakar, termasuk emas 12 gram, uang tunai Rp 7 juta. Serta surat-surat berharga, seperti BPKB motor dan ijasah.

“Tidak ada satu barangpun yang bisa saya selamatkan. Semuanya terbakar, tidak ada yang tersisa,” katanya. Untuk itu, Abakar Baco berharap Pemerintah bisa hadir dan memberikan bantuan.   Terutama rumah atau tempat untuk tinggal sementara, agar Ia dan keluarga tidak terlantar.

Sementara Kepala Desa Nggembe, Yusuf, mengatakan, ada lima unit rumah warga yang terbakar. Berdasarkan informasi yang diterima kebakaran diduga akibat meledaknya tabung gas dan hubungan arus pendek listrik.

“Ada lima rumah yang terbakar. Dugaan sementara meledaknya tabung gas dan  korsleting listrik. Saat ini masih dicari tahu penyebab kebakaran,” katanya.

Yusuf mengaku dalam kebakaran itu, tidak ada korban jiwa. Saat ini Pemerintah Desa tengah mendata kerugian yang dialami korban kebakaran. Diprakirakan kerugiannya ditaksir mencapai ratusan juta. “Jumlah kerugian masih kita data. Tapi ditaksirkan sementara, kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Terkait peristiwa itu, pihaknya juga telah melaporkan kepada Pemerintah Kecamatan dan pemerintah daerah. Dengan harapan agar memberikan bantuan tanggap darurat. “Kami juga sudah laporkan ke Ibu Bupati. Bahkan menyampaikan akan meninjau langsung lokasi kebakaran,” pungkasnya. (uki)