Diduga Kurir Sabu, Tukang Ojek Ditangkap BNNP NTB

Mataram (suarantb.com) – HR alias UK (40) diciduk BNNP NTB saat pesta tuak di kamar kosnya. Tukang ojek asal Pandan Salas, Mayura, Cakranegara itu tak hanya menyediakan jasa angkutan, namun juga nyambi mengantarkan sabu.

Adapun barang bukti yang diamankan dari yang bersangkutan tiga poket sabu seberat 0,03 gram, 0,3 gram, dan 0,1 gram. “Dia tersangka perannya sebagai kurir,” ungkap Kabid Pemberantasan BNNP NTB, AKBP Bunawar, ditemui di kantornya, Senin, 10 Oktober 2016.

Iklan

Ia menambahkan, tersangka HR diciduk di kos-kosannya di Pandan Salas, Mayura, Cakranegara 21 September lalu, bersama dua tersangka lain yakni MI (40) dan JH (29).

Dari penggeledahan badan HR, ditemukan satu dompet berisi tiga poket sabu, dan kelengkapan alat hisap sabu. Ada pula uang senilai Rp 700 ribu diduga hasil transaksi sabu miliknya tersebut.

Sementara tersangka MI dan JH tidak ditemukan barang bukti. Namun diduga sebagai penyalahguna narkoba yang dibeli dari tersangka HR.

Untuk kepastian hukum tersangka, Bunawar menjelaskan kini pihaknya masih berupaya menuntaskan pemberkasan. “Masih dalam proses pemberkasan,” ujarnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Barang bukti milik tersangka itu kemarin dimusnahkan. Disaksikan oleh penasehat hukum tersangka dan JPU Kejati NTB, R Nazara.

“Sisa yang disisihkan dari uji lab di BBPOM dimusnahkan,” terangnya usai menandatangani berita acara pemusnahan di kantor BNNP NTB.

Ia menyebutkan, barang bukti yang sudah tidak digunakan lagi menurut peraturan perundangan diamanatkan untuk dimusnahkan.

Sementara untuk proses hukum yang bersangkutan, kelengkapan pemberkasan disegerakan. “Untuk keperluan penuntutan di persidangan,” jelasnya. (szr)