Diduga Kos-kosan Rawan Dijadikan Lokasi Prostitusi

Ilustrasi Prostitusi.

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah kos-kosan di Mataram diduga rawan dijadikan tempat praktik prostitusi. Prostitusi tersebut dilakukan melalui aplikasi khusus. Hal ini perlu menjadi perhatian serius jajaran pemkot Mataram..

Dari penelusuran yang dilakukan Suara NTB, Minggu malam kemarin, salah satu kos-kosan di kawasan Cakranegara seperti di Jalan Mayura dan jalan Arca kelurahan Sapta Marga diduga dijadikan lokasi prostitusi. Tak hanya di wilayah tersebut,  kos-kosan seperti di Jalan Sadewa Kelurahan Cilinaya Cakranegara kota Mataram juga diduga dijadikan lokasi prostitusi.

Iklan

Mendengar dugaan ini, Camat Cakranegara, Muhammad Erwan menjelaskan, selama memasuki tahun 2020 ini, pihaknya bersama Pol PP dan Kepolisian kota Mataram memang belum melakukan sosialisasi terkait dugaan tersebut. Dia kerap memberikan imbauan kepada pemilik kos-kosan di wilayah Cakranegara untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya.

“Rencananya minggu depan kita akan lakukan pemantauan ke lapangan. Sebelumnya kita akan serahkan dulu ke lurah terkait untuk lakukan pemantauan dan pengawasan. Dari hasil pemantauan dan pengawasan lurah itu baru bisa kita evaluasi ke lapangan,” pungkas Erwan, Senin, 3 Februari 2020.

Berangkat dari dugaan tersebut, Lurah Cilinaya, I Gusti Agung Nugrahini mengatakan ketidaktahuannya akan kondisi tersebut. Selama ini kata Nugrahini, pihaknya sudah memonitoring dan memberikan pembinaan ke sejumlah pemilik kos-kosan di lingkungannya pada awal tahun 2020. Namun akibat jadwal yang sibuk di kelurahan kata dia, pihaknya tak lagi melakukan pemantauan ke sejumlah kos-kosan.

“Kita bahkan sudah koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas dan Kepala Lingkungan untuk memonitoring sejumlah kos-kosan di Cilinaya. Jadwal sudah kita siapkan untuk dilakukan monitoring. Itu kita jadwalkan setiap hari selama satu bulan penuh,” kata dia kepada Suara NTB.

Menurut Nugrahini, pihaknya belum sempat memantau kembali kondisi kos-kosan di wilayahnya. Ia belum bisa memastikan, jika pemilik kos menjadikan kos-kosannya sebagai lokasi prostitusi.

Selama ini kata Nugrahini, pihaknya akan melakukan mediasi terlebih dahulu jika hal tersebut benar adanya. Ia belum berani memberikan sanksi jika pemilik kos benar-benar menjadikan kos-kosannya sebagai lokasi prostitusi. “Kita akan mediasi dulu untuk mencari jalan keluarnya,” tegasnya.

Pada dasarnya lanjut dia, fungsi kos-kosan sudah jelas sebagai tempat menetap sementara untuk penduduk luar dari wilayah kelurahan Cilinaya. Selama ini, semua kos-kosan di Cilinaya sudah mengantongi izin dari Pemkot Mataram. Kemungkinan ungkap Lurah Cilinaya ini, akan menutup kos-kosan tersbut jika tidak memiliki izin dan kedapatan menjadikan kos-kosannya sebagai lokasi prostitusi.

“Jika tidak punya izin kemungkinan kita akan tutup kos-kosannya. Terkait pemilik kos-kosan, jika sudah kedapatan menjadikan kos-kosannya sebagai tempat prostitusi, kita akan tertibkan, dengan mencabut izin usahanya. Ini bentuk ketegasan kita,” pungkasnya. (viq)