Diduga Korsleting, Ruang Belajar SMK Seteluk Terbakar

Petugas Damkar, masyarakat dan pihak sekolah berupaya memadamkan api yang menghanguskan ruang belajar SMK Negeri 1 Seteluk, Kecamatan  Seteluk, Sabtu, 4 September 2021.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Lima lokal ruang belajar di SMK Negeri 1 Seteluk, Kecamatan  Seteluk mengalami kerusakan parah akibat terbakar, Sabtu, 4 September 2021 sekitar pukul 16.30 30 WITA. Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik dari salah satu ruang kelas tersebut sempat menggemparkan masyarakat sekitar, beruntung peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa lantaran  para siswa sudah pulang .

Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB di lapangan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 16. 30 WITA. Kobaran api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian, setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Taliwang dan satu dari Pos Poto Tano turun ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman. Beruntung hanya lima ruang saja yang terbakar dan  tidak sempat merembet ke lokasi yang lainnya.

Iklan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Supiarno, S. Pt.,  MM kepada Suara NTB, Minggu, 5 September 2021, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan tidak menimbulkan korban jiwa. Sedangkan untuk penyebab dari kebakaran itu diduga kuat karena korsleting litrik. Tak pelak kondisi itu membuat panik warga sekitar yang berusaha melakukan upaya pemadaman karena khawatir api akan merembet ke ruang kelas yang lainnya. “Api berhasil kita padamkan dua jam setelah kejadian dan puing yang terbakar juga masih dalam proses pembersihan bersama pihak sekolah dan masyarakat sekitar,” sebutnya.

Saat ini tim reaksi cepat juga masih terus bekerja di lapangan melakukan pembersihan sisa material akibat kebakaran. Sementara kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai puluhan juta. Pihaknya juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga rumah mereka dari bencana kebakaran  karena saat ini sudah masuk musim kemarau sehingga akan semakin rawan. Pemerintah juga akan tetap memaksimalkan upaya penyuluhan kepada masyarakat untuk menekan adanya kejadian yang sama. “Kerugiannya kita taksir di angka puluhan juta dan kami juga masih terus melakukan inventalisir di lapangan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa waspada dan menjaga rumah mereka dari musibah kebakaran,” pungkasnya. (ils)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional