Diduga Korban Tambahan, Kakak Tiri Korban Pelecehan AA Diperiksa sebagai Saksi

Tersangka AA mantan anggota dewan NTB yang diduga mencabuli anak kandungnya digiring penyidik Polresta Mataram ke ruang tahanan.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menindaklanjuti informasi mengenai dugaan korban tambahan pelecehan seksual mantan anggota dewan NTB berinisial AA. Kakak tiri korban diduga pernah dilecehkan semasa masih SMP dulu. “Sudah diambil keterangannya kok kakaknya itu,” ucap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi dikonfirmasi Selasa, 26 Januari 2021.

Kakak tiri korban tersebut merupakan anak dari istri pertama tersangka. Sementara korban yang masih berumur 17 tahun ini adalah buah hati dari pernikahan AA dengan istri keduanya. Dari hasil pemeriksaan, penyidik belum menyatakan kakak tiri korban sebagai korban tambahan. “Belum kejadian, kalau keterangan kakaknya itu ya ,” ujar Heri.

Iklan

Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti, tim penyidik baru meyakini sampai saat ini hanya korban 17 tahun ini yang dinyatakan sebagai korban. “Yang ada buktinya baru satu (korban),” tandasnya.

Tersangka AA diduga mencabuli putrinya pada Senin, 18 Januari 2021. Modusnya dengan meminta korban yang baru selesai mandi untuk tidur di sampingnya. Pelaku kemudian mencabuli korban. Meski korban sempat berontak, tapi kepala korban ditekan. Badan korban pun ditarik. Hasil visum menunjukkan ada luka robek baru tidak beraturan pada kemaluan korban.

Tersangka AA dijerat dengan  pasal 82 ayat 2 juncto pasal 76E Perppu 1/2016 tentang perubahan atas UU RI No35/2014 tentang perlindungan anak. Ancaman pidananya minimal lima tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara. Ancaman pidana ditambah 1/3 dari ancaman pidana pokok karena pelaku adalah orang tua kandung korban.

Kuasa hukum korban Dr Asmuni sebelumnya menyatakan memiliki bukti video kakak tiri korban yang diduga pernah menerima pelecehan seksual yang sama. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional