Diduga Jadi Lokasi Peredaran Narkoba, BNNP Sarankan Tempat Hiburan Malam Ditutup

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BBNP) NTB, Kombes Pol. Sriyanto meminta Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid bertindak tegas terhadap tempat hiburan malam yang terindikasi sebagai tempat peredaran narkoba. Bupati diminta menutup tempat hiburan yang kerap kali ditemukan peredaran gelap narkoba. Sejauh ini BNN tengah mengidentifikasi hiburan malam yang ditemukan sebagai lokasi peredaran barang haram ini.

“Kami terus lakukan razia di sana (hiburan malam), kalau sering ditemukan ditemukan peredaran narkoba di sana saya akan lapor ke Pak Bupati. Bila perlu ditutup saja, ndak masalah,” tegasnya saat ditemui di Kantor Bupati Lobar, Senin, 21 November 2016.

Iklan

Menurutnya, adanya tindakan tegas ini untuk memberi efek jera ke pengelola. Dalam hal ini, pihaknya sedang melakukan identifikasi terhadap hiburan yang ditemukan ada peredaran. Menurutnya, Lokasi hiburan menjadi lokasi yang rawan dan berpotensi penyalahgunaan narkoba, sebab di sana pengunjung bergembira dan menikmati hiburan. Situasi ini memungkinkan mereka untuk menyalahgunakan narkoba.

Menyoal pembentukan Kantor BNN di Lobar, sangat tergantung dari  bupati/walikota. Di Lobar walaupun tanah untuk lokasi pembangunan kantor sudah ada, namun yang lain-lain belum siap, terutama terkait SDM yang akan ditempatkan di kantor tersebut. Persyaratan untuk bisa membangun kantor mesti memperoleh nilai 90 sesuai syarat yang diminta Kemenpan RB dan BNN. Di samping itu perlu ada dana pendamping dari Pemda. Jika pemda memberikan dana besar, maka nilainya juga  tinggi. Di samping itu, yang menjadi pertimbangan jumlah kasus narkoba di Lobar, jika jumlah kasusnya tinggi, maka memenuhi syarat dibangun kantor.

Sementara itu, Bupati Lobar, H Fauzan Khalid menegaskan, bakal menindak tegas semua pihak yang terlibat narkoba. Tidak saja hiburan malam namun aparaturnya yang terlibat bakal dipecat. Sebab menurutnya, narkotika merupakan ancaman bangsa dan daerah, lebih-lebih dari data yang masuk ke pemda tidak ada desa yang tak desa terkena peredaran nakoba. Karena itu, butuh kesungguhan dan kerjasama dari semua pihak untuk memberantas narkoba.

Menurutnya, untuk memberantas narkoba ini perlu diawali dari keluarga. Anggota keluarga yang terkena narkoba mesti dilaporkan untuk dibina, sebab jika tidak maka susah sekali disembuhkan.

Pewakilan Forum AKAD dan dan BPD Lobar, M Zaenudin menyampaikan pernyataan sikap terhadap pembangunan kantor BNN di Lobar. Pihaknya mendorong pembentukan kantor BNN, mengingat peredaran narkoba yang merusak generasi muda.  (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here