Diduga Hendak Diperkosa, TKW Ini Lompat dari Lantai Dua

Mataram (suarantb.com) – Kabar kurang mengenakkan kembali terdengar dari masyarakat NTB yang bekerja sebagai TKW ke luar negeri. Salah seorang TKW asal Lombok Barat, Muliati Binti Dahri Siatih Bekerja di Riyadh Arab Saudi luka parah. TKW malang ini terpaksa melompat dari lantai dua rumah majikannya, karena diduga hendak diperkosa anak majikan.

Menurut keterangan Koordinator Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM), Muhammad Saleh anak majikan bersama dua temannya diduga berusaha memperkosa Muliati saat majikannya sedang tidak di rumah.

Iklan

“Muliati berusaha melawannya, dan selanjutnya bisa lari dan lompat dari rumah lantai dua ke lantai satu. Akibatnya tulang rusuk sebelah kanan patah dan harus dibawa ke rumah sakit,” jelasnya pada suarantb.com, Senin, 24 April 2017.

Ketika terjatuh ke lantai satu, Muliati merasakan dada terasa sesak dan kaki kesakitan. Tetapi ia masih berusaha berdiri dan bisa lari minta pertolongan. Selanjutnya ia bisa ditolong oleh warga dan polisi setempat. Muliati selanjutnya dibawa ke Kantor Mahara Agency tempat penyaluran TKI, dan Agency selanjutnya membawanya ke Rumah Sakit.

“Muliati tidak tahu apa nama rumah sakitnya, karena saat diantar ke rumah sakit ia dalam keadaan pingsan. Di Rumah sakit, Muliati ternyata harus dioperasi karena ternyata tulang rusuk sebelah kanan ditemukan patah,” jelasnya.

Terpaksa, dalam perutnya dipasangi besi penyanggah untuk menyambungkan tulang rusuk yang patah. Saleh mengakui saat ini, Muliati terus merasa kesakitan pada dadanya serta bekas operasi. Hidung dan telinganya juga terus menerus mengeluarkan darah dan ia sering jatuh pingsan.

“Yang sangat disesalkan, biaya rumah sakit tidak ditanggung oleh agency atau majikan, tetapi dibayar sendiri dari hasil jerih payahnya ia bekerja,” tambahnya.

Seminggu usai menjalani operasi, Muliati dibawa kembali ke agensi, Mahara Agency dan dipekerjakan kembali. Dua hari bekerja, Muliati dibawa kembali ke RS oleh sesama TKW yang bekerja sebagai PRT. Saleh menyampaikan pihak RS tidak bisa melakukan tindakan medis lanjutan, karena hasil rekam medis sebelumnya disobek oleh agensi.

“Posisi Muliati sekarang bersama teman-teman di sebuah kantor penampungan di Sarikah Mahara Alwadi Exit 6 Riyadh Arab Saudi. Saat ini bantuan yang datang hanya dari teman-temannya sesama pekerja di Arab Saudi,” katanya lagi. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here