Diduga Hasil “Illegal Logging”, Truk Pengangkut Kayu Diamankan

Diduga mengangkut kayu hasil illegal logging, truk yang baru menyeberang dari Pulau Sumbawa ini diamankan Kodim 1615/Lotim dan KPH Rinjani Timur, Jumat, 17 September 2021. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Truk pengangkut kayu yang diduga hasil illegal logging diamankan aparat gabungan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lo, 17 September 2021 (17/9). Mobil truk warna oranye dengan Nomor Polisi  P 8093 UR yang dikemudikan Ryan Dicky Kurniawan warga Banyuwangi Jawa Timur mengangkut kayu jenis Sonokeling.

Dandim 1616, Letkol Inf. Amin M. Said, S.H., menjelaskan, pihaknya menggagalkan pengiriman kayu berdasarkan informasi dan hasil pengecekan fakta lapangan. Pihaknya menemukan kayu jenis sonokeling diangkut di truk merupakan jenis kayu langka yang dilarang untuk ditebang.

Iklan

Dijelaskannya, pihaknya melakukan pengamanan setelah pihaknya mendapat informasi ada mobil yang dicurigai keluar dari Pelabuhan Kayangan Pringgabaya. Hal ini kemudian diinformasikan ke Pos Piket RPH Pringgabaya dalam hal ini Kasi Perlindungan dan KSDAE KPH Rinjani Timur.

Selang beberapa saat kemudian, pukul 08.30 Wita dilakukan pengamanan dan pemeriksaan dokumen serta kelengkapan oleh Satgas P3H (Kodim 1615/Lotim dan KPH Rinjani Timur), berdasarkan hasil pengecekan didapatkan kayu sonokeling diperkirakan sekitar 693 batang dengan volume 18 M3 dan 3 batang bonsai jenis Sentigi.

Kayu jenis sonokeling ini dalam bentuk olahan balok. Dari keterangan dari sopir Ryan Dicky Kurniawan,  kayu sonokeling berasal dari Pulau Sumbawa dan akan dibawa ke Pasuruan Jawa Timur.

Untuk itu, ujarnya, keputusan pengamanan karena pengangkutan kayu ini tidak dilengkapi dengan dokumen angkut yang sah. Bahwa pemilik kayu sonokeling tersebut melanggar Instruksi Gubernur NTB tentang moratorium penebangan dan peredaran hasil hutan kayu di wilayah NTB. Hal tersebut sesuai Instruksi Gubernur Nomor : 188.4.5-75/Kum Tahun 2020 tanggal 18 Desember 2020.

Barang bukti dibawa langsung ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB di Mataram untuk dilakukan proses lebih lanjut. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional