Diduga Gaji Sering Terlambat Dibayar, Oknum Pekerja Aniaya Majikan

Korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pekerjanya.

Praya (Suara NTB) – K (25), seorang pemuda warga Dusun Batu Riti, Desa Kuta, Kecamatan Pujut kini harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah nekat menganiaya majikannya, River (60) warga asal Australia yang kini sudah berkebangsaan Indonesia. K kesal sering dikata-katai oleh majikannya tersebut. Pelaku juga kesal, karena pemilik salah satu hotel tersebut sering telat membayar gajinya.

“Pelaku sendiri kini sudah diamankan di Mapolres Loteng, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Kuta, Iptu. Muhamad Fajri, Kamis, 19 November 2020.

Iklan

Ia menuturkan, kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, 18 November 2020 sekitar pukul 17.30 Wita. Kala itu, korban bersama istrinya baru pulang dari keperluan di luar rumah. Sampai di depan hotel miliknya, korban didatangi oleh pelaku yang datang dengan membawa senjata tajam. Kedua belah pihak sempat terlibat cek-cok, karena berbagai persoalan. Di tengah perselisihan, tiba-tiba pelaku menghunus pisau dan langsung menebas tangan korban.

Pelaku yang kalap kembali berusaha menyerang korban yang berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke kamarnya. “Korban dianiaya pelaku di depan gerbang hotelnya, saat pulang bersama istri dan dua orang tamunya,” ujar Kapolsek.

Kejadian itu mendapat perhatian warga sekitar yang kemudian berusaha menenangkan pelaku. Aparat kepolisian pun datang beberapa saat kemudian, setelah mendapat laporan warga dan langsung mengamakan pelaku. Sejumlah barang bukti diamankan dari tangan pelaku.

Di hadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku mengaku kesal terhadap perlakuan korban kepada dirinya, sehingga nekat menganiaya korban yang tidak lain majikannya sendiri. “Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya karena kesal dan sering dikatai kasar oleh korban. Saat ini, pelaku diamankan di Mapolsek Kuta,” tandasnya.

Adapun korban sempat menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan setempat. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. (kir)