Diduga Diperlakukan Tidak Wajar dan Tertekan, CTKW Sumbawa Minta Dipulangkan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Calon Tenaga Kerja Wanita (CTKW) asal Sumbawa yang ditampung di Malang berharap bisa dipulangkan. Pasalnya, di penampungan diperlakukan secara tidak wajar dan merasa tertekan. Keluhan ini disampaikan seorang CTKW asal Desa Pemasar, Kecamatan Maronge, Titin Sumarni (37).

Dalam suratnya, Titin mengadu dan berharap kepada DPRD Sumbawa atas tindakan semenang-menang yang dilakukan PT. Citra Karya Sejati terhadap dirinya dan sejumlah rekannya yang berasal dari Sumbawa. Baik yang masih berada penampungan ataupun yang sebelumnya sudah dipulangkan ke kampung halaman.

Iklan

Menurut Titin, di PT. CKS masih banyak TKW asal Sumbawa umumnya NTB. Kondisinya sangat memprihatinkan. Dimana di penampungan diakuinya sangat tertekan. Untuk itulah Titin berharap ia bersama sejumlah rekannya bisa dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Kemudian berkas mereka juga bisa dikembalikan oleh pihak PT.

“Kami sangat butuh pertolongan bapak/ibu selaku wakil rakyat atas apa yang dialami oleh rakyatnya. Kami sangat tertekan berada di penampungan. Kami di sini tidak mau diterbangkan secara tiba-tiba dan tidak mau lagi diproses oleh pihak PT. Karena di sini terlalu banyak kejanggalan yang dilakukan pihak PT. Kami yang ada di Malang ini masih banyak keluh kesah yang tidak bisa kita tuliskan semuanya,” tulis Titin.

Dikonfirmasi Suara NTB via telepon, titin mengaku telah menulis surat tersebut. Selain dirinya, ada belasan CTKW lainnya yang berasal dari Sumbawa, Lombok dan Bima yang ingin dipulangkan. Menurutnya, ia bersama sejumlah temannya tertekan karena di penampungan sangatlah ketat. Saat hendak keluar di pintu di penampungan, banyak suruhan dari pihak PT yang memantau. Untuk memegang HP pun sangat terbatas, hanya di waktu libur dan tertentu saja.

“Sangat ketat sekali. Kemudian yang dari NTB di sini tersisih. Apapun yang dilakukan yang dari NTB apakah itu kabur dan lainnya kita selalu dihina,” terangnya.

Titin rencananya ingin bekerja ke Malaysia sebagai pembantu rumah tangga. Yang menjadi kekhawatiran ia dan sejumlah rekannya karena tidak ingin diberangkatkan secara tiba-tiba. Mengingat sebelumnya banyak teman-temannya di penampungan yang diberangkatkan secara tiba-tiba tetapi di negara tujuan ditampung di agen dan lama mendapatkan majikan.Selain itu, job yang ada di PT juga tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh para PPTKIS saat dilakukan PAP atau nasehat sebelum berangkat ke luar negeri.

“Kami tidak ingin diberangkatkan secara tiba-tiba. Ada teman saya yang diberangkatkan tiba-tiba. Setelah sebulan diterbangkan baru mendapatkan pekerjaan. Ada juga yang diterbangkan dalam kondisi sakit. Ada yang diterbangkan dalam kondisi sehat, saat di negara tujuan sakit dan dipulangkan. Bahkan ada yang diajak berobat, tetapi tidak ada balik sampai sekarang. Pernah dihubungi ke temannya tetapi tidak ada. Sampai saat ini tidak ada kabar. Sebelumnya juga ada teman kita yang kondisinya sakit, tetapi sudah dipulangkan ke Sumbawa,” tandas Titin.

Titin dan sejumlah temannya berharap bisa dipulangkan dan tidak diproses keberangkatannya . Karena menurutnya banyak hal-hal yang janggal terjadi. “Saat ini memang sudah ada mendingan disbanding sebelumnya. Sekarang kita jalani bagaimana prosedur aturannya. Kita jalani apapun bentuk susah senangnya di sini. Mau ngelak tidak ada tempat minta tolong. Mengenai surat yang saya tulis itu sekedar isi hati kami. Kalau ditanggapi Alhamdulillah, kalau tidak kami bersabar. Saya mewakili teman-teman yang ingin pulang. Saya berharap sama teman saya minta bantuan DPR hanya meminta pertolongan untuk mau membebaskan kami,” pungkasnya. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here