Diduga Dijual, Aset Pemkot Harus Dikembalikan

Mataram (Suara NTB) – Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito menegaskan, aset beralih menjadi hak milik diduga dijual harus dikembalikan ke pemerintah daerah. Pemkot Mataram tidak pernah merasa melepas aset tersbut. “Iya, ini harus dikembalikan,” tegas Sekda, Jumat, 21 April 2017.

Aset berupa ruko di Jalan AA Gde Ngurah Cakranegara itu sejak tahun 1970 telah pindah tangan. Seyogiyanya, status penggunaan ruko itu hanya hak guna bangunan (HGB). Informasinya, pedagang menempati sejak puluhan tahun mengajukan kredit usaha di bank. Oleh bank meminta HGB dialihkan menjadi hak milik.

Iklan

Pengalihan menjadi hak milik itu berjalan mulus. Namun, prosesnya tidak diketahui oleh pemilik aset. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mataram kala itu mengeluarkan sertifikat hak milik.

Tim Penelusuran Aset yang dibentuk oleh Pemkot Mataram kata Eko, tengah menelusuri hal tersebut. Ia belum menerima laporan sehingga tidak berani menyimpulkan.

“Tim sekarang sedang bekerja. Nanti kita tunggu seperti apa hasilnya,” jawabnya.

Indikasi lemahnya pengawasan aset oleh pemerintah diduga menjadi pemicu. Eko enggan mengomentari hal itu. Sebab, kasus ini terungkap setelah dilakukan inventarisasi aset oleh Badan Keuangan Daerah.

Dia berharap ini tidak menjadi penghalang penilaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB. “Mudah – mudahan saja tidak berpengaruh,” harapnya.

Prosedur peralihan aset itu tidak diketahui kapan dan bagaimana. Karena ini menjadi bagian yang akan ditelusuri oleh tim.

Inspektorat juga diketahui akan menelusuri dugaan penggeregahan aset oleh pengusaha. Sebelum turun, mereka mempersilahkan tim penelusuran aset menelusuri terlebih dahulu.

Data awal ditemukan oleh tim akan jadi data awal Inspektorat untuk melakukan pendalaman. “Nanti akan ketahuan siapa yang bermain di sana,” kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Ir. H. Makbul Ma’shum. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here