Diduga Depresi, Terduga Pelaku Penembakan Polisi Dilumpuhkan

Dompu (Suara NTB) – AS (34) warga Dusun Saka Desa Mangge Asi Dompu diduga hendak menyerang anggota Kepolisian di pos penjagaan Polres Dompu, Rabu, 28 Juni 2017 sekitar pukul 00.15 dini hari. Aksi pelaku dengan menggunakan senjata api airsoftgun ini berhasil dilumpuhkan petugas penjagaan Polres Dompu. Pelaku yang diduga depresi karena persoalan keluarga ini, bahkan sempat ingin membunuh anak kandungnya sendiri.

Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Arianto, SIK mengungkapkan, AS datang ke pos penjagaan kemudian hendak menambarak personel yang bertugas menggunakan mobil Avanza Bernopol DR 1615 YZ.

Iklan

“Tersangka kemudian keluar dari mobil langsung mengumpat-ngumpat personel dan meletuskan senjata apinya ke arah petugas,” katanya kepada Suara NTB dikonfirmasi di Mapolres Dompu, Kamis, 29 Juni 2017.

Saat meletuskan senjata, kakak kandung tersangka yang merupakan anggota Unit 1 Satnarkoba Polres Dompu, Bripka Taufik yang sebelumnya mendapat informasi dari istri AS langsung memberikan tembakan peringatan. Lantas AS mundur masuk dalam mobil dan pergi.

Tetapi, tak lama setelah insiden awal ini, tersangka kembali dengan memarkir mobil di depan koperasi Polres Dompu. Sehingga oleh personel yang berjaga diberikan tembakan peringatan, berikut perintah agar tersangka tiarap dalam mobilnya. Hanya saja perintah tersebut tak dihiraukan tersangka, AS malah keluar dari mobil dan melarikan diri ke arah kantor DPRD Dompu.

“Pelaku dikejar sampai belakang Kantor DPRD Dompu, kemudian berhasil ditangkap dan dilumpuhkan petugas,” jelasnya.

Sementara anak yang bersamanya dalam mobil itu saat ini juga sedang dalam penanganan Mapolres Dompu. Informasinya, jelas Kapolres, berdasarkan keterangan pihak keluarga malam kejadian itu tersangka datang dari Kota Bima menuju Dompu bersama satu orang anak dan istrinya. Di tengah perjalanan sang istri diturunkan dari mobil di Mata Air Madapangga Desa Ndano Kecamatan Madapangga.

Tersangka kemudian berangkat ke Dompu dengan maksud akan membunuh anak kandungnya, mengetahui rencana bejat AS, sang istri lantas menelpon kaka iparnya (kakak kandung tersangka) yang merupakan anggota Satnarkoba.

Oleh kakak kandungnya, Bripka Taufik saat itu juga langsung dilaporkan ke piket penjagaan agar personel membantu melakukan upaya pecegahan “Tapi tersangka langsung menuju Polres dan mengancam angota piket saat itu dengan senjata api,” ujarnya.

Meski dikabarkan pihak keluarga bahwa tersangka dalam kondisi depresi lanjut Kapolres, pihaknya tak akan percaya begitu saja sebelum memastikanya terlebih dahulu ke Rumah Sakit Jiawa (RSJ) Mataram. Intinya kasus pengancaman ini akan ditindaklanjuti karena membahayakan nyawa anggota kesatuanya. (jun)

Advertisement