Diduga Cabuli Anak Tiri, Seorang Ayah Diamankan Polisi

Dompu (Suara NTB) – Seorang warga Dompu berinisial Agt, diamankan aparat Kepolisian setelah ada pengakuan anak tirinya, VB (15) yang hamil atas perbuatannya. Korban mengaku dicabuli hingga empat kali, namun pengakuannya tidak pernah digubris ibu kandungnya. Namun hasil tes kehamilan tidak ditemukan adanya tanda VB positif hamil.

Rg, ibu kandung VB kepada wartawan di Mapolres Dompu, Jumat, 9 September 2016, mengaku kaget dirinya bersama suaminya Agt dibawa ke Polres Dompu atas dugaan pencabulan terhadap VB oleh suaminya. Namun dirinya tidak bisa berbuat banyak karena massa marah dan memukul suaminya pasca pengakuan anaknya disetubuhi Agt. “Hasil tes (kehamilan) tadi saya lihat hanya ada tanda satu step merah,” katanya.

Iklan

Rg sendiri mengaku, anaknya VB karakternya keras dan sering berbuat sesuka hatinya tanpa mau mendengarkan nasihatnya. Tapi suaminya cukup sayang padanya, terlebih mereka sejak menikah hingga saat ini belum memiliki anak. Tapi VB sangat benci terhadap Agt, bahkan terhadap dirinya.

“Dia lebih percaya dan dengar kata orang lain dari pada saya sebagai ibunya,” aku Rg.

Ia juga menceritakan bahwa anaknya sempat bekerja di Mataram sekitar sebulan lebih sejak pertengahan Mei lalu sehingga tidak ikut ulangan semester genap SMA di Dompu, tapi kini sudah duduk di bangku kelas 2. Namun ia tidak mengetahui kalau anaknya hamil. “Kan di sini bisa diperiksa dia hamil atau tidak,” kata Rg.

Ibu kos Rg yang pertama mengetes kehamilan VB hingga kasusnya dibawa ke Polres Dompu saat ditemui, menceritakan, pengakuan VB pada dirinya sering dicabuli ayah tirinya. Bahkan empat kali disetubuhi, tapi ia tidak berani menceritakan pada orang lain karena diancam akan dibunuh. “Dia sempat mengaku 3-4 bulan lalu,” katanya.

Namun ia terpanggil untuk membawa kasus ini proses hukum karena ibu kandungnya tidak pernah menggubris pengakuannya. VB sering mengeluh dan menceritakan kepada dirinya, termasuk pengakuannya sudah tiga bulan tidak datang haid. “Saya tadi sampai berkorban uang untuk beli alat tes (kehamilan). Ketika dimasukan alat tes (disaksikan banyak orang), saya histeris karena melihat ada tanda stip warna merah,” ceritanya.

Ia berharap, biar hukum yang memprosesnya. Dirinya tidak ingin kasus pencabulan terhadap anak muncul, apalagi pernah terjadi pada siswa SMA di daerahnya, oleh gurunya sendiri. “Biar hukum yang memprosesnya,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Priyo Santoso, SIK kepada wartawa di Mapolres Dompu mengatakan, pihaknya masih perlu mendalaminya. Pelaku sendiri mengaku tidak pernah mencabulinya dan ia hanya mencium sebatas sebagai seorang anak. “Kita masih dalami lagi keterangannya,” kata Priyo.

Selain kasus dugaan pencabulan terhadap VB warga Jado Kelurahan Dorotangga, Kamis, 8 September 2016, pihaknya juga mengamankan Mhm (30) warga Kabuntu Desa Bara Dompu atas dugaan pencabulan terhadap anak tirinya berinias DS (11). Namun kasus ini tidak ada laporan lebih lanjut di Polres maupun di Polsek Woja.

“Tidak ada laporan pengaduannya. Jadi status bapak (Mhm) itu mengamankan diri,” katanya. Informasinya, DS sendiri sempat beberapa kali diraba bapak tirinya dan diduga hendak diperkosa. Tapi hingga bapak tirinya diamankan ke Polres Dompu, DS belum pernah dicabuli. (ula)