Diduga Cabuli Anak, Oknum Dukun di Lotim Terancam 12 Tahun Penjara

Terduga pelaku pencabulan saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreksrim Polres Lotim, Kamis,  3 Oktober 2019. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Dugaan pencabulan yang dilakukan oleh salah seorang dukun, FS (41) asal Dasan Karang Lekong Desa Wanasaba Kecamatan Wanasaba terhadap korban, SS (16) warga Sembalun berlanjut. Pelaku yang saat ini diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Lotim hanya bisa menyesali perbuatannya di hadapan pelaku. Pasalnya, akibat perbuatan bejatnya itu, pelaku terancam 12 tahun penjara dengan dijerat pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK, kasus pencabulan terjadi pada tanggal 30 Agustus 2019 lalu. Dalam menjalankan aksisnya, pelaku yang saat itu bekerja sebaga tukang di Sembalun mendatangi rumah korban. Di mana pada saat itu korban mengalami sakit kemudian pelaku meminta izn kepada keluarga korban untuk diobati. Dalam proses pengobatan korban, pelaku mengobati korban di kamar mandi dengan meminta korban telanjang dan saat itu pelaku langsung melakukan aksi bejatnya.

Iklan

Pengobatan tersebut diminta langsung oleh orang tua korban lantaran korban jarang berada di rumahnya. Namun pihak keluarga korban tidak mengetahui jika anaknya menjadi korban pelecehan seksual oleh pelaku yang ia kenal sebagai dukun Sasak. Perbuatan bejat pelaku diketahui setelah korban merasakan sakit di bagian organ vitalnya dan kemudian memberitahukan keluarganya, sehingga melaporkan kejadian tersebut di unit perlindungan perempuan dan anak  Satreskrim Polres Lotim.

 “Pelaku kami tangkap di rumahnya di Desa Wanasaba Lauk Kecamatan Wanasaba tanpa perlawanan. Saat ini pelaku diamankan di Polres Lotim  untuk pengembangan dan proses hukum lebih lanjut setelah dilakukan penyelidikan,” terang Yogi.

Sementara, pelaku FS  mengaku menjalankan aksinya lantaran tidak tahan melihat korban. Sehingga aksi bejatnya dilakukan sebanyak tiga kali di kamar mandi dan dua kali di teras belakang rumah korban. (yon)

  Ditemukan 609 Honorer Dapat SK Dadakan di Lotim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here