Diduga Berjudi Jangkrik, 30 Warga Ditangkap Polisi

Selong (Suara NTB) – Jajaran Polres Lombok Timur (Lotim) mengamankan 30 orang yang diduga melakukan permainan judi adu jangkrik dengan uang sebagai taruhannya di Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya. Penggerebekan aksi judi dilakukan petugas berdasarkan informasi dari masyarakat, Minggu, 19 Maret 2017 sekitar Pukul 17.00 Wita.

“Kita amankan 30 orang ada yang sebagai pemain, ada sebagai penonton,” ungkap Kapolres Lotim, AKBP Wingky. Ada juga ditemukan barang bukti berupa minuman keras. Kasus judi ini nantinya akan dikomunikasikan dengan pihak kejaksaan soal kelanjutan proses hukumnya.

Iklan

Aksi judi adu jangkrik ini dilakukan di rumah SZ (47). Sementara yang ikut berjudi adalah FB (57), BW (56), Ketiganya dari  Pohgading. Satu orang bernama AF (46) adalah warga Lingkungan Banjar Kemuning, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong.

Sementara yang diduga ikut taruhan luar ada 16 orang, antara lain RD (43) dari Gandor Kelurahan Selong, `AS (30), warga  Kelayu, Kecamatan  Selong, JL (19) Warga Gubuk Timuk, Desa Pohgading. HR (26) dari Gubuk Timuk Desa Pohgading, JN (35) dari Kelayu Utara Selong, RH (26) dari Labuhan Lombok Pringgabaya.

Lainnya ada HH (30) dari Kelayu Selatan Selong, CA (26) dari Dasan Lendang, Pringgabaya, TN (18) dari Jangka Lauk Pringgabaya, SF (32), dari Aik Dalem Desa Anggaraksa, S (30) Kelayu Jorong, Selong. HT (40) Beak Lauk Wanasaba, WN (33) dari Seruni Mumbul, Pringgabaya, BD (35) 15. AR (40) Gubuk Daya Timuk Pohgading dan IM (30). Sementara yang menjadi penonton ada 10 orang juga terpaksa turut diamankan. Warga-warga ini juga tidak saja berasal dari Pohgading, ada juga dari Masbagik, Batuyang, dan Kelayu serta Labuhan Lombok

Modus aksi para pelaku, melakukan permainan judi adu jangkrik  dengan cara mengadu dua ekor jangkrik di arena buatan dari bambu hingga salah satu jangkrik menyerah atau kalah dan yang memasang taruhan untuk jangkrik yang menang berhak mendapatkan uang taruhan yang sudah dikumpulkan jadi satu sebelumnya.

Barang bukti yang turut serta diamankan, 124 kandang jangkrik yang berisi jangkrik siap adu, uang taruhan senilai Rp 882 ribu, sebanyak 37 botol minuman keras tradisional jenis tuak yang dijual oleh pemilik rumah, 43 botol minuman keras tradisional jenis brem, 23 unit sepeda motor, 2 buah karpet sebagai alas, dan 1 buah ring atau arena adu jangkrik.

Catatan aparat kepolisian ini, tempat adu jangkrik ini merupakan ajang bertemunya para pelaku curat maupun curas untuk menikmati minuman keras, karena tempat ini juga menjual minuman keras.Tempat itu juga diduga kerap digunakan sebagai tempat judi bola billiard. (rus)