Diduga Beberkan Perubahan Tatib, Ketua DPRD Kecewa Tindakan Nursaid

Giri Menang (Suara NTB) – Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar), Hj. Sumiatun mengaku kecewa terhadap Wakil Ketua DPRD, H. M. Nursaid menyusul tindakannya membeberkan perubahan Tatib Pemilihan Wabup (Pilwabup) yang disinyalir dilakukan diam-diam. Kekecewaan ini disampaikan bukan tanpa alasan, namun dinilai wakil ketua membeberkan persoalan yang belum jelas keabsahannya. Di samping itu, bersangkutan tanpa koordinasi dengan unsur pimpinan lainnya sebelum menyampaikan persoalan ini ke media massa.

“Saya belum tahu karena belum dapat laporan, seharusnya koordinasi dong bersangkutan dengan unsur pimpinan sebelum mengungkap di media,” tegas Ketua DPRD Hj Sumiatun dengan nada kecewa, Selasa, 22 November 2016.

Iklan

Ketua DPD II Golkar Lobar ini mengakui belum tahu perihal perubahan Tatib yang dilakukan diam-diam tersebut. Sebab ia selaku ketua belum dilaporkan oleh Pansus Tatib Pilwabup, apakah ada perubahan atau tidak. Ia menyayangkan tindakan H. Nursaid, karena tanpa koordinasi dan komunikasi dengan unsur pimpinan lainnya membeberkan masalah ini di media.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD H. Nursaid membela diri. Ia menegaskan, apa yang disampaikan di media adalah fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. “Saya bisa bertanggung jawabkan itu, karena itu saya lihat langsung,” tegas politisi Gerindra ini.

Menurutnya, dalam konteks ini pihaknya membantah melangkahi Ketua DPRD. Sebab bagaimana pun ia memiliki hak menyampaikan apapun masalah di media.

Sementara itu, Ketua Pansus Tatib Pilwabup, Mariadi menegaskan pihaknya tak tahu jika Tatib diubah. Ia menegaskan, tatib tersebut sesuai kesepakatan dan diplenokan serta di paripurnakan. “Tetap bunyi Tatib itu Pansus Panlih dibentuk setelah keluar PP,” tegasnya.

Sementara itu, kalangan masyarakat mendukung langkah Wakil Ketua DPRD Lobar H. Nursaid membuka masalah ini dipublik melalui media.  Ketua Kaukus Lobar Bangkit, Nurzaini menegaskan, tidak boleh aturan Tatib itu diubah sebab sudah disetujui dan diplenokan oleh semua unsur pimpinan serta anggota dewan. Tindakan mengubah isi Tatib tersebut, jelasnya, ingin mengacaukan proses pilwabup Lobar, sebab bagaimana pun perubahan isi redaksi tatib sangat mempengaruhi proses pilwabup itu sendiri. Pasalnya, jauh berbeda makna redaksi Tatib terkait Pansus Panlih bekerja setelah PP keluar lalu diubah diam-diam menjadi Panlih dibentuk setelah PP keluar. Di sinilah letak adanya indikasi permainan ingin menggagalkan Pilwabup itu sendiri dengan mengubah isi redaksi dari Tatib,” tegasnya.  (her)

  Pilkades Serentak Harus Dijauhkan dari Perjudian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here