Diduga, Banyak Reklame Liar Terpasang di KSB

Taliwang (Suara NTB) -Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) mensinyalir ada banyak lokasi pemasangan reklame illegal di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bahkan jumlah reklame liar itu bisa sekitar 70 persen, dan hanya 30 persen reklame terpasang yang terbayar.

Kabid Pendapatan DPPKAD KSB, Nurullah, BA, Jumat menyebutkan, meskipun banyaknya reklame ilegal yang terpasang di lokasi strategis KSB, namun target pajak yang telah ditetapkan oleh Pemda, ditiap tahunnya selalu ada peningkatan.

Seperti di tahun 2016, target yang dipasang oleh pemerintah daerah sebesar Rp 100 juta dari pajak reklame. Tetapi dalam realisasinya jumlah tersebut justru meningkat menjadi Rp 120 juta.

“Target kita selalu tercapai di tiap tahunnya. Bahkan untuk tahun-tahun berikutnya targetnya selalu dipatok melebihi target,” ungkapnya. Mengingat pembayaran wajib yang didapatkan pihaknya dari pajak ini tiap tahun sekitar Rp 80 juta. Sementara kelebihan pembayaran ini bersumber dari pajak reklame tambahan lainnya, seperti pemasangan iklan yang sifatnya sementara.

Penyumbang terbanyak bersumber dari pajak reklame yang sudah memiliki nama besar serta intens melakukan pembayaran. Seperti semen tiga roda, Sampoerna, Marlboro, Krida dan Trakindo yang sudah pasti membayar tiap tahunnya.

Namun, dari jumlah pencapaian target tersebut, diakuinya lebih banyak pemasangan daripada pembayarannya. Artinya hasil dari pemangasan reklame ini berbanding terbalik dengan hasil yang didapatkan dari pajak ini.

Dia menyebutkan, ada sekitar 111 titik reklame yang sudah terdata dan legal. Namun jumlah tersebut kecil apabila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan reklame yang ada di sekitar KSB. “Tiap awal tahun kita akan lakukan penertiban terhadap sejumlah reklame dan baliho ilegal,” ujarnya, seraya menyebutkan, titik-titik rawan yang selalu dijadikan lokasi pemasangan reklame dan baliho. (ils)