Diduga Aniaya Warga, Oknum Kades Lape Dilaporkan ke Polisi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Oknum Kepala Desa (Kades) Lape, Kecamatan Lape, berinisial Jh terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya yang bersangkutan dilaporkan beberapa waktu lalu, lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga setempat. Kini kasus tersebut tengah ditangani pihak Polsek Lape, dan penanganannya rencananya akan dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zaky Maghfur, SIK yang dikonfirmasi wartawan, Rabu, 18 April 2018 membenarkan hal tersebut. Laporan dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Polsek Lape. Rencananya penangananya akan diambil alih pihaknya guna pendalaman. “Laporannya sudah diterima di Polsek Lape. Pemeriksaan saksi awal sudah dilakukan. Yang pasti nanti dari Polres akan dilakukan pendalaman kembali untuk penindakannya nanti selesai gelar perkara,” ujarnya.

Iklan

Dijelaskannya, dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum kades berinisial JA tersebut kejadiannya pada tanggal 7 April lalu. Laporannya langsung disampaikan ke Polsek pasca kejadian. Dari keterangan, JA melakukan penganiayaan terhadap seorang warga setempat menggunakan tangan kosong. Mengenai penyebabnya diakuinya ada beberapa versi.

“Kalau sesuai dari keterangan yang ada di sana, bahwa ada berbagai versi. Yang pertama mengakatan tidak ada apa apa, kemudian langsung dilakukan penganiayaan. Kemudian ada yang menyebutkan bahwa karena mengganggu aktivitas di tempat tersebut dilakukan penganiayaan,” terang Zaky.

Makanya pihaknya akan mendalami terlebih dahulu kasus dugaan penganiayaan ini. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Dan pihaknya kembali akan mendalami keterangan sejumlah saksi-saksi. “Ini akan kita perdalam lagi. Kita ambil keterangan saksi dulu,” paparnya.

Sejauh ini, pihaknya belum menentukan pasal yang dikenakan terhadap terduga. Apakah dikenakan pasal 351 tentang penaniayaan biasa atau pasal 352 tentang penganiayaan ringan. Hal inilah yang perlu dilakukan pendalaman terlebih dahulu. “Kita tidak harus semenang-menang dalam menetapkan pasal. Makanya akan didalami dulu,” pungkasnya. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here