Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang IRT di Lotim Gantung Diri

Korban gantung diri di Desa Pengadangan Barat Kecamatan Pringgasela Lotim. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) -Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela, kabupaten Lombok Timur (Lotim) berinisial M (42) ditemukan meninggal karena gantung diri di rumahnya. IRT ini nekat bunuh diri diduga mengalami gangguan jiwa.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Pringgasela, Iptu. Zul Majdi saat dikonfirmasi media. Diterangkan, korban ditemukan pertama kali oleh anak korban berinisial AS. Sekira pukul 07.00 wita, AS hendak mengantarkan adiknya pergi ke sekolah.
AS sempat menanyakan sang ibu kepada adiknya, namun adiknya mengaku tidak tahu. Kemudian AS mencari ibunya dan saat membuka pintu kamar ia sangat kaget.

Iklan

“Sampai di pintu, betapa kagetnya AS melihat tubuh korban dalam keadaan sudah tergantung dengan seutas tali dan kain selendang,” tutur Kapolsek. AS kemudian berteriak minta tolong seraya memeluk ibunya.

Mendengar teriakan histeris minta tolong AS terdengar sampai telinga amaq Sukamin dan Sahanudin. Tak lama, mereka datang membantu AS dengan mengangkat tubuh korban memotong kain dan tali yang mengikat leher korban. Warga kemudian membawa korban ke dalam rumah dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pringgasela.
Pengakuan sejumlah keluarga, M pernah dibawa ke rumah sakit jiwa sekitar tahun 2017 karena gangguan jiwa. Korban juga pernah dikabarkan berusaha bunuh diri dengan meminum racun dan memotong urat nadi tangannya.

Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Pringgasela, tidak ditemukan bekas benda tajam ataupun tumpul pada tubuh korban. Hanya ditemukan luka memar dileher korban. “Setiba di puskesmas korban sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan melaksanakan autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan autopsi. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional