Diduga AIDS, Seorang Warga Mataram Meninggal Dunia

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menemukan seorang warga meninggal dunia, diduga akibat penyakit AIDS. Kepala Dikes Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengatakan kasus ini ditemukan belum lama ini atau sekitar April.

“Kemarin kita dapat laporan Mr. X meninggal dunia karena diduga AIDS,” jelasnya kepada Suara NTB, Selasa, 18 April 2017.

Iklan

Penyakit yang ditularkan HIV ini diterangkan Usman menekan fungsi kekebalan tubuh sehingga berbagai jenis penyakit bisa menyerang penderita. “HIV itu yang menekan sehingga semua penyakit masuk,” ujarnya.

Dari kasus HIV/AIDS yang ditemukan di NTB, jumlah tertinggi di Kota Mataram. Jumlah kasus HIV/AIDS di NTB sepanjang 2002-2016 sebanyak 1.284 dan 251 meninggal dunia. Untuk kasus yang ditemukan di Kota Mataram, jumlahnya 246 terkena HIV dan 217 AIDS.

Usman menyampaikan upaya pencegahan tetap dilakukan pihaknya. Penanganan penyakit HIV/AIDS ini dilakukan melalui LKB (Layanan Komprehensif Berkelanjutan) yang tersedia di Puskesmas. Awalnya LKB hanya tersedia di lima Puskesmas. Namun 2017 ini pelayanan tersebut dikembangkan menjadi 11 Puskesmas. LKB tak hanya melayani pengidap HIV/AIDS, tapi juga penyakit lainnya seperti PMS (Penyakit Menular Seksual). “Tahun  ini kita kembangkan lagi sehingga semua Puskesmas bisa menjadi Puskesmas LKB,” ujarnya.

Dalam rangka pencegahan, pihaknya juga akan memulai dari ibu hamil. Ia tidak ingin ada ibu hamil yang terinfeksi penyakit ini yang dapat ditularkan juga kepada janin yang dikandungnya. Nantinya semua ibu hamil baik berisiko atau tidak berisiko HIV/AIDS akan diperiksa melalui LKB yang ada di semua Puskesmas. “Kalau ada temuan sedini mungkin dilakukan pengobatan supaya bayi itu dapat diobati,” ujarnya.

Tingginya temuan HIV/AIDS di Mataram dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di NTB menurut Usman karena mobilitas penduduk di kota ini cukup tinggi. Selain itu banyak juga terdapat tempat hiburan baik di Mataram maupun daerah sekitarnya yang diduga menjadi salah satu sumber penyebaran penyakit ini. Selain itu KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Mataram dan para aktivis juga aktif dalam mengawal kasus HIV/AIDS sehingga temuannya cukup tinggi dibanding daerah lain. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here