Didi – Mujib Berebut Kursi Ketua DPD Golkar

TGH. Mujiburrahman (Suara NTB/cem), H. Didi Sumardi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Posisi Ketua DPD Golkar Kota Mataram sampai saat ini masih kosong. Ketua DPD Golkar Mataram, H. Mohan Roliskana harus menanggalkan jabatan karena terpilih secara aklamasi pada musyawarah daerah DPD Partai Golkar NTB awal Maret lalu. Kini, kursi itu sedang diperebutkan oleh Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman dan Ketua DPRD H. Didi Sumardi, SH.

Beberapa bursa nama calon Ketua DPD Golkar Kota Mataram sejak awal muncul. Di antaranya, Abdul Malik yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Mataram. Lalu, H. Didi Sumardi yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Mataram sekaligus Ketua Harian DPD Partai Golkar dan TGH. Mujiburrahman kini sebagai Wakil Walikota Mataram. Kabarnya, Abdul Malik memilih mundur meskipun mendapat dukungan dari internal partai.

Iklan

Sejarah kepengurusan Partai Golkar di kabupaten/kota maupun provinsi selalu dijabat oleh kader yang menjabat di eksekutif maupun legislatif.

TGH. Mujiburrahman yang ditemui Rabu, 17 Maret 2021 merespon santai kabar bahwa dirinya disebut – sebut sebagai kandidat yang bakal menggantikan posisi Mohan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram. Menurutnya, ia tidak pernah berambisi untuk memperoleh kekuasaan baik di partai maupun pemerintahan. “Tahu sendiri saya selalu santai dan ndak pernah berambisi,” jawabnya singkat.

Ia lebih memilih menyerahkan tanggungjawab partai tersebut ke kader – kader Golkar yang lebih senior. Sebab, tanggungjawab sebagai ketua sangat besar, apalagi Golkar sebagai partai pemenang dengan perolehan sembilan kursi di legislatif. Kendati demikian, ia tidak akan menolak apabila pemilik suara memberikan kepercayaan untuk memimpin Golkar Kota Mataram.

Terkait pertemuan khusus dengan H. Didi Sumardi? Ditegaskan, tidak ada kaitannya dengan lobi maupun negosiasi mengenai jabatan di Golkar. Mereka berdiskusi berbagai hal tentang program kedepan yang harus dilaksanakan di Kota Mataram. “Ndak ada kita bahas soal Golkar,” kilahnya.

Ditemui terpisah, Didi Sumardi justru menganggap wacana yang berkembang di permukaan adalah hal biasa. Bahkan, sering muncul manakala mendekati Musda Partai Golkar. “Itu sudah sering muncul,” timpalnya.

Pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Mataram memiliki mekanisme sesuai yang diatur dalam peraturan partai. Mekanisme ini menurut Didi, sudah berjalan dengan baik dan tidak terlalu sulit memilih siapa untuk menjadi apa. Kepengurusan Golkar mengedepankan kolektif kolegial. “Saya selalu welcome dengan mekanisme yang dijalankan di Golkar,” ucapnya. Kendati demikian, ia juga menyerahkan sepenuhnya ke pemilik suara serta mekanisme partai siapa yang bakal dipercaya untuk memimpin Golkar Kota Mataram. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional