Didesain Unik, TPS di Lotim Hadirkan Suasana Piala Dunia

Selong (Suara NTB) – Perhelatan akbar pesta demokrasi pilkada di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu (27/6) resmi digelar. Tercatat sebanyak 2.017 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 21 Kecamatan di Lotim. Dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih, sejumlah TPS di Lotim melakukan adu kreativitas dengan mendesain TPS dengan beraneka macam tema.

Seperti di TPS 02 Kecamatan Labuhan Haji, di TPS ini petugas KPPS setempat mendesain TPS dengan tema piala dunia. Hampir di semua sudut TPS terdapat beragam pernak-pernik sepak bola mulai dari seragam sepak bola, sepatu bola hingga bendera sejumlah negara yang bertarung dalam piala dunia 2018. Tak lupa, sejumlah foto pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dan pemain Brazil Neymar dipasang di kompleks TPS 02 Labuhan Haji. Termasuk para petugas KPPS setempat juga menggunakan seragam sepak bola.

Iklan

Menurut Ketua KPPS TPS 02 Labuhan Haji, Biawansyah Putra menjelaskan, alasan diambil tema piala dunia untuk menarik simpati masyarakat untuk berbondong-bondong ke TPS di dalam menggunakan hak suaranya untuk Pilkada Lotim dan NTB. Tema itu diambil karena bertepatan dengan momentum Piala Dunia 2018 yang sedang berlangsung. “Kita kreasikan dan ambil tema piala dunia ini, karena memang momentum piala dunia serta tujuan utama untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” ujarnya.

Selain TPS dengan tema piala dunia, terdapat TPS di sejumlah desa/kelurahan di Lotim yang keunikannya tidak kalah saing. Seperti di TPS 01 Kelurahan Ijo Balit Kecamatan Labuhan Haji, di TPS ini petugas KPPS lebih kepada permainan kosa-kata yang menarik untuk menarik pertisipasi pemilih. Seperti terlihat tulisan mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

Menanggapi kreativitas sejumlah TPS itu, Ketua KPU Lotim, M. Saleh menyebutkan, sejumlah TPS yang membuat suatu konsep cukup menarik oleh petugas KPPS sangat diapresiasinya. Dituangkannya ide kreativitas itu untuk menarik partisipasi masyarakat datang ke TPS dengan senang, riang dan gembira karena pada prinsipnya pelaksanaan pilkada merupakan pesta demokrasi yang harus disambut dengan baik dan gembira. “Sesungguhnya kita menggunakan hak pilih itu dengan sukarela dan senang hati. Tidak dengan ketakutan-ketakutan, intimidasi dan paksaan-paksaan,” ujarnya.

Adapun terkait sejunlah TPS yang diprediksi rawan khususnya di Kabupaten Lotim berdasarkan catatan Panwaslu, menurut M. Saleh, itu menjadi acuannya untuk mengintensifkan pengawasan-pengawasan TPS-TPS yang dimaksud. Ia melihat indikasi TPS yang dikategorikan rawan yakni, pihak penyelenggara tidak netral, dikhawatirkan kekurangan surat suara, sehingga diatensi betul berdasarkan rekomendasi dari Panwas. (yon)