Didaulat Jadi Khatib, Dr. Zul Ingatkan Pemuda Dompu untuk Menaklukan Diri

H. Zulkielimansyah saat menjadi khatib di majid raya Dompu.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didaulat menjadi khatib salat Jumat secara mendadak di masjid raya Baiturrahman Dompu. Penggunaan tongkat bagi khatib mengingatkannya peristiwa saat khatib salat Jumat di Hagia Sophia Turki, dimana khatibnya membawa pedang saat berkhutbah. Pedang dan tongkat tersebut hanyalah simbol agar umat selalu menegakkan syariat Allah dalam hidup dan kehidupan.

“Memegang tongkat sebagai gantinya di masjid raya ini, sebagai simbol bahwa Dompu sudah ditaklukkan oleh umat Islam dalam banyak hal. Setiap khatib yang memegang tongkat ini membuat Dompu sadar, bahwa Dompu mestinya tegak akhlak ilahi di tengah masyarakatnya,” kata Gubernur pada khutbah kedua saat menjadi khatib salat di masjid Baiturrahman Dompu, Jumat, 31 Juli 2020.

Iklan

Jika dulu umat tegak melawan musuh dan penjajah, kata Dr. Zul sapaan akrab Dr Zulkieflimansyah, ke depan harus mengikrarkan diri berhasil menaklukkan kemiskinan, menaklukan keterbelakangan, menaklukan feodalisme, menaklukkan kemalasan demi Dompu yang lebih baik di masa akan datang. “Bagi anak muda, tidak lagi melihat tongkat ini sebagai simbol, tapi sebenarnya ini satu pesan, ternyata kita pernah menaklukan banyak hal dalam hidup dan kehidupan, mulai dari kemiskinan dan keterbelakangan,” pesan Dr. Zul.

Penampilan Gubernur NTB yang sederhana saat menjadi khatib dengan pesan yang cukup mengena membuat Bupati Dompu kagum. Apalagi penunjukannya sebagai khatib tanpa pemberitahuan lebih awal. “Memang untuk bisa menjadi Gubernur harus selalu siap ditunjuk jadi apa saja, kapan pun dan dimana pun,” kata Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dalam sambutannya pada acara silaturrahmi Gubernur NTB dengan kepala Desa se Kabupaten Dompu di Pendopo Bupati.

Sementara pada acara silaturahmi, Gubernur mengajak para kepala Desa untuk tidak banyak bicara, tapi banyak bertindak. Bila ada program yang ingin dikerjakan di Desa dan membutuhkan bantuan pemerintah atasan, tidak cukup dengan proposal. Tapi juga harus dengan pendekatan yang saling menghargai satu sama lain. “Sekarang saya membawa 37 pimpinan OPD. Sekarang tinggal dilobi, disampaikan program pembangunan yang diinginkan,” kata Dr. Zul. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here