Didatangi Gubernur, Ini Pengakuan Pedagang di Kebon Roek

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memantau harga bapok di Pasar Kebon Roek Kota Mataram kemarin. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc melakukan pemantauan harga-harga bahan pokok (Bapok) di Pasar Kebon Roek Kota Mataram, Selasa, 8 Januari 2019 pagi. Hasil pemantauan yang dilakukan, harga Bapok pada awal tahun 2019 ini masih normal, meskipun ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Kebon Roek, Sarah mengatakan harga daging ayam potong saat ini Rp40 ribu per Kg. Dalam kondisi normal, harga daging ayam potong berkisar antara Rp25 – 35 ribu per Kg.

Iklan

Sarah mengatakan naiknya harga daging ayam akibat kurangnya stok. Sarah menjelaskan harga daging ayam naik sejak akhir tahun lalu. ‘’Ndak ada stok ayam sekarang, masih kurang,’’ tuturnya.

Informasi yang diperoleh dari para pemasok, pasokan daging akan kembali normal Februari mendatang. Meskipun harga daging ayam naik, kata Sarah, namun masih tetap dicari pembeli. Malah, ketika harga daging ayam turun, pembeli berkurang. Sedangkan harga daging sapi seharga Rp125 ribu per Kg untuk kualitas super.

Harga cabai justru mengalami penurunan. Harga cabai di Pasar Kebon Roek saat ini berkisar antara Rp20 – 30 ribu per Kg. Sebelumnya harga cabai berada di angka Rp35 ribu per Kg.

Komoditas Bapok lainnya yang mengalami kenaikan harga adalah beras. Untuk beras kualitas premium harganya Rp11.000 per Kg sedangkan kualitas medium Rp8.500 per Kg. Salah seorang pedagang beras di Pasar Kebon Roek,  H. Ismail mengatakan rata-rata kenaikan harga beras Rp500 per Kg.

Ia mengatakan naiknya harga beras karena saat ini petani sedang menanam. Kenaikan harga beras mulai sebulan terakhir. “Paling murah Rp8.500 – 9.000 per kg. Naiknya sampai Rp11.000 turun lagi,’’ katanya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan secara umum harga-harga kebutuhan pokok masih normal. Meskipun terjadi kenaikan harga beras tetapi masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga melihat sarana prasarana yang ada di  Pasar Kebon Roek. Melihat kondisi yang seperti itu gubernur mengimbau dan berharap agar pihak terkait dan seluruh masyarakat dapat menjaga kondisi Pasar Kebon Roek.

‘’Namanya mengurusi pasar, gampang-gampang susah. Kadang-kadang ada bangunannya tapi belum mau didiami. Saya yakin kedepannya akan kita usahakan lebih baik,’’ katanya.

Gubernur juga  membeli seekor  ikan tuna seberat 54 Kg di salah satu pedagang. Ikan itu dibeli seharga Rp2,2 juta. Turut mendampingi gubernur, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, Karo Perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH , Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, dan Kadis Perindustrian NTB, Ir. Andi Pramaria. (nas)