Didampingi Suami dan Anak, Ibu Nuril Jalani Wajib Lapor di PN Mataram

Mataram (suarantb.com) – Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Baiq Nuril Maknun menyambangi Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Senin, 5 Juni 2017. Kunjungan kali ini bukan dalam rangka sidang, melainkan untuk melakukan wajib lapor. Wajib lapor itu dilakukan atas pengalihan status penahanan dari tahanan rumah tahanan (rutan) menjadi tahanan Kota.

Berdasarkan pantauan suarantb.com, sekitar pukul 10.25 Wita, Ibu Nuril didampingi penasihat hukum, suami dan anak bungsunya tiba di PN Mataram. Ia segera menuju bagian pidana PN Mataram. Wajib lapor yang dilakukan adalah yang pertama kali setelah dialihkan menjadi tahanan kota.

Iklan

Ditemui setelah melakukan wajib lapor, Penasihat Hukum Nuril, Yan Mangandar P, SH menyatakan wajib lapor ini dilakukan menyusul dialihkannya status tahanan Ibu Nuril oleh majelis hakim. Selanjutnya Ibu Nuril akan melakukan wajib lapor pada Kamis mendatang.

“Alhamdulilah, kita sesuai dengan penetapan majelis hakim kemarin terkait pengalihan tahanan dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota. Hari ini kami melakukan wajib lapor. Ini pertama kali Ibu Nuril wajib lapor. Alhamdulillah semuanya lancar,” ujarnya.

Terkait dengan waktu lapor, Yan mengatakan berdasarkan putusan majelis hakim, Ibu Nuril harus melakukan wajib lapor pada hari Senin dan Kamis. Namun, pada kedua hari itu pihaknya diberikan keluasan untuk melakukan wajib lapor dari pukul 08.00 – 13.00 Wita.
Menurut Yan, jika Ibu Nuril tidak melakukan wajib lapor, maka akan dianggap tidak memiliki itikad baik. Yan memastikan bahwa Ibu Nuril akan selalu datang memenuhi kewajiban wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis.

Sementara itu, Ibu Nuril mengatakan dirinya melakukan wajib lapor sebagai bentuk ketaatannya terhadap putusan majelis hakim. “Alhamdulillah sudah kita wajib lapor. Kan dari hakim sebagai, istilahnya untuk mentaati aturan,” pungkasnya. (bur)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional