Dibuka Awal November, Akses Pendakian Rinjani Dibatasi

Aktivitas pendakian di Gunung Rinjani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kabar baik bagi wisatawan outdoor yang merindukan mendaki ke Gunung Rinjani. Setidaknya dua kali survei dilakukan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyimpulkan, akses untuk pendakian ke Rinjani  akan dibuka awal November 2018. Sayangnya, aktivitas dan durasi pendakian dibatasi.

Survei tahap pertama sebelumnya dilakukan di Jalur Sembalun Lombok Timur,  Pelawangan dan Torean Lombok Utara. Akibat longsor, dua jalur ini ditutup total. Survei kedua dilakukan untuk membuka jalur alternatif melalui Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Lombok Tengah.

Iklan

“Jalur Aik Berik – Pelawangan dimungkinkan akan dibuka sebagai jalur alternatif pendakian mulai tanggal 7 November (dibatasi) sampai 31 Desember 2018,” kata Kepala Balai TNGR Sudiyono kepada Suara NTB  Jumat, 26 Oktober 2018.

Jalur Aik Berik memang belum favorit karena tidak selengkap fasilitas di jalur umum Senaru dan Sembalun. Terlebih jalur ini juga terpapar gempa berupa longsor, untungnya tidak parah, sehingga masih aman dilalui pendaki.

Atas dasar survei tahap kedua, TNGR memberlakukan pembatasan jalur pendakian karena sejumlah masalah ditemukan petugas gabungan. Seperti Pos Aik Berik dalam kondisi rusak berat dan di sekitar itu tidak tersedia air bersih. Kendati demikian, jalur pendakian hingga ke Pelawangan dipastikan laik dan aman dilalui.  Temuan lain petugas,  ada retakan di sepanjang tebing  Pelawangan – Aik Berik dengan kedalaman bervariasi sekitar 0,5 sampai 1 meter, dengan lebar retakan 5 – 50 Cm.

Petugas juga mendapati jalur Pelawangan – Aik Berik ke Danau Segara Anak terputus akibat longsor. Ini kemudian menjadi alasan TNGR melarang pendaki turun ke Danau Segara Anak, artinya pendakian dibatasi sampai Pelawangan.   Ditemukan juga bekas pembakaran lahan pada jalur Pondok Amaq Kros sekitar Pos IV Pelawangan – Aik Berik.

Untungnya, selain masalah masalah itu, setidaknya pendaki bisa mendapat suplai air yang cukup. Sudiyono menyebut, sumber air  bersih itu ada di Pos II Kokok Geres, Pos III Kokok Mute, Pos IV Amaq Kros – Pelawangan Aik Berik. “Kondisi airnya bersih,” sebutnya.

Hanya saja, lanjutnya belum tersedia sarana dan prasana (sarpras) pendukung seperti toilet, papan informasi, papan larangan, papan petunjuk pos.

Kesimpulan pihaknya, jalur Aik Berik memenuhi syarat untuk dibuka bagi pendaki, diputuskan mulai awal November mendatang.  Namun beberapa catatan pembatasan di antaranya, kegiatan pendakian hanya sampai Pelawangan.

Sementara lokasi camping area  hanya direkomendasikan bisa digunakan Pos IV Pondok Amak Kros. Sementara pembelian tiket pendakian hanya dilayani melalui booking online  dengan kuota pendakian 150 orang per hari.

Sementara kegiatan penataan jalur akan dilakukan tanggal 30 sampai 4 November 2018. Berupa perbaikan, pembersihan, pemasangan papan petunjuk arah, papan larangan, papan peringatan. Kegiatan ini akan melibatkan Forum Rinjani Bagus, Dinas Pariwisata Lombok Tengah, BPBD, Pemerintah desa,  DPH Geopark Rinjani, tracking organizer forum dan guide porter.

Jalur resmi lainnya Timbanuh juga dilakukan survei. Hasilnya, pos di Timbanuh ditemukan dalam kondisi baik. Jalur  pintu gerbang Bukit Tongtong dalam  kondisi baik. Namun masih ada kendala, ditemukan keretakan pada shelter Pos Pancor Tayib rusak berat akibat hancur tertimpa batu.

Shelter Pos Momot Yamin rusak ringan rusak ringan akibat retakan. Akibat masih terjadi longsor yang menyebabkan jalur terputus, akhirnya survei dihentikan sampai Pos Momot Yamin.

Sementara sumber mata air hanya di terdapat di Sungai Mayung Polak. Selain itu tidak ada sarpras pendukung seperti papan informasi, toilet. Kesimpulannya, jalur ini masih ditutup sama dengan jalur Sembalun dan Pelawangan karena masih dianggap berbahaya bagi pendaki. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here